Cerita Mereka yang Berhasil Lolos dari Jebakan Hubungan Beracun

Sampai akhirnya setelah satu tahun pacaran, dia bertengkar hebat dengan pacarnya di sekolah. Pacarnya marah besar sampai berani menggebrak meja dan menendang kursi.

Itu pertama kali pacarnya menunjukan sisi tempramentalnya. Saat itu, Alvika mulai merasa bahwa ia pacaran dengan orang yang salah. (Baca Juga: Kepribadian Gak Bisa Berubah, Masa Sih? )

“Waktu itu gue didorong ke tembok di samping kelas gue. Trus dia bener-bener marahin gue sampe tangannya nyilang di leher gue. Kayak nahan gue biar gak pergi. Karena gue gak mau kalo ada orang yang lihat kami berantem, akhirnya gue masuk ke kelas. Ternyata di situ dia emosinya makin gak kekontrol, sampe gebrak meja dan nendang kursi. Itu bener-bener bikin gue tertekan.”

Gaksampai di situ, Alvika bahkan pernah mengalami kecelakaan gara-gara saat mereka ribut, pacarnya membawa motor dengan kecepatan tinggi. Karena ini, akhirnya Alvika memutuskan untuk mengakhiri hubungannya.

Berkali-kali ia meminta putus, tapi pacarnya selalu gak terima. Sampai akhirnya Alvika mencari-cari kesalahan pacarnya yang bisa dijadikan alasan untuk ia minta putus.

Cerita Mereka yang Berhasil Lolos dari Jebakan Hubungan Beracun

Foto:Sydney Sims/Unsplash

Kalo orang yang sayang tulus ke kita itu gak akan kasar, nyakitin, dan bikin tertekan. Jadi please, jangan jalanin hubungan cuma pakai hati, tapi libatkan juga logika dan akal sehat kita,” katanya.

Cowok juga Bisa Jadi Korban

Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, Dimas, juga pernah terjebak dalam toxic relationship. Awalnya, dia tertarik dengan pacarnya saat itu karena merasa ‘satu frekuensi’ dan satu hobi.

Saat itu, pacarnya mengajak membuat perjanjian untuk saling memberi kabar. Dimas gak keberatan, tapi makin lama ia sadar bahwa pacarnya makin mengekang. Pada bulan ketiga berpacaran, Dimas sadar bahwa ia sedang berada dalam hubungan yanggak sehat.

Ia harus mengabari pacarnya minimal tiga kali sehari, harus lapor pergi dengan siapa, pergi ke mana, dan harus selfie dengan semua temannya sebagai bukti bahwa ia gak macam-macam. (Baca Juga: 5 Tips Buat Tetap Bahagia Saat di Rumah )

Dimas bilang, bahwa temannya udah beberapa kali mengingatkannya soal hubungan yang gak sehat itu. Tapi Dimas selalu menyangkal, menganggap apa yang dilakukan pacarnya adalah tanda kepedulian padanya. Tapi akhirnya ia sadar dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya.

“Sebuah hubungan harus dilandasi kasih sayang, gak mementingkan ego masing-masing, saling percaya, dan saling menjaga komitmen,” tegasnya.

GenSINDO
Maya Selawati Dewi
Politeknik Negeri Jakarta


halaman ke-1 dari 2
Share: