5 Hal yang Bikin 'Dash & Lily' Bukan Serial Komedi Romantis Biasa

1. SEMUA BERKAT BUKU MERAH MISTERIUS DI TOKO BUKU

5 Hal yang Bikin 'Dash & Lily' Bukan Serial Komedi Romantis Biasa

Foto: Netflix

Gara-gara ingin punya pacar, Lily - karena desakan kakaknya, Langston (Troy Iwata) - akhirnya menulis sebuah tantangan di buku catatannya yang berwarna merah. Buku itu lalu ditaruh di sebuah toko buku.

Dash lah yang pertama kali menemukan buku itu, dan merasa aneh ada buku merah yang ditaruh di rak yang gak semestinya.

Dia lalu membaca catatan di buku tersebut, dan menemukan tantangan yang diberikan Lily. Penasaran karena tantangannya terkait dengan judul-judul buku, Dash lalu melakukan tantangan itu.

Dari situlah, buku catatan berwarna merah jadi media komunikasi mereka, tanpa saling mengenal wajah satu sama lain.

Buat kamu yang suka nonton film romantis jadul, ceritanya mungkin jadi bikin kamu ingat dengan film "You've Got Mail" yang dibintangi Meg Ryan dan Tom Hanks pada 1998.

Film ini emang punya kesamaan, yaitu sama-sama melibatkan buku dan berkomunikasi tanpa tahu sosok orang yang diajak bicara. Bedanya cuma media dalam berkomunikasi aja, yaitu email dan buku catatan.

Penggunaan media buku jadi terasa istimewa pada era digital, apalagi anak muda sekarang lebih dekat dengan teknologi dan ponsel, ketimbang dengan buku.

Selain terasa beda, juga jadi lebih romantis karena Dash dan Lily mesti harus menunggu dengan deg-degan apakah mereka bakal dapat pesan baru atau gak. (Baca Juga: Panduan tentang 10 Cowok Kece dalam Serial Emily in Paris )

2. TANTANGAN YANG MELAWAN ZONA NYAMAN

5 Hal yang Bikin 'Dash & Lily' Bukan Serial Komedi Romantis Biasa

Foto: Netflix

Awalnya, "Dash and Lily" terasa seperti serial romantis yang biasa kita tonton, tapi masuk episode ke-4 atau ke-5, mulai kelihatan bahwa serial yang diadaptasi dari seri buku "Dash & Lily's Book of Dares" karya David Levithan ini berbeda.

Jadi, saat saling memberi tantangan, zona nyaman Dash dan Lily digugat. Dash misalnya, mesti mau dipangku Sinterklas di depan orang banyak. Sementara Lily ditantang Dash untuk datang ke pesta dan 'menggila' di sana.

Gara-gara tantangan-tantangan ini, pelan-pelan mereka bisa menghilangkan ketakutan atau prasangka-prasangka masing-masing. Dash jadi lebih ceria dalam melihat hidup, sementara Lily belajar bahwa dia gak harus selalu menunjukkan wajah bahagia saat hatinya lagi sedih.
halaman ke-1 dari 3
Share: