Psikologi

Inner Child, Cobalah Berdamai Dengannya

Inner Child, Cobalah Berdamai Dengannya
Pengalaman traumatis di masa lalu bisa memengaruhi sikap seseorang di masa depan. Foto Ilustrasi/Istimewa
Jakarta - Setiap orang mampu menua, tapi belum tentu mampu menjadi dewasa. Sebab, dua kata tersebut jelas memiliki makna yang berbeda.

Dalam proses menjadi dewasa, akan ada banyak hal yang memengaruhi kehidupan kita. Salah satunya luka masa kecil yang belum bisa diselesaikan dengan baik. Luka ini yang kemudian dapat muncul dalam bentuk perilaku atau emosi negatif yang tidak kita sadari. Pengertian tersebut dalam dunia psikologi akrab dikenal dengan Inner Child.

Dr. Diana Raab, seorang peneliti psikologimengatakan, setiap dari kita memiliki Inner Child. Para ahli menjelaskan, Inner Child merupakan pengalaman masa kanak-kanak, baik negatif ataupun positif, yang belum bisa diselesaikan dengan baik. Pengalaman traumatis di masa lalu ini bisa memengaruhi sikap seseorang di masa depan. Sikapnya beragam, tergantung dari pengalaman itu sendiri. (Baca Juga: Deretan Drama Korea yang Siap Nemenin Kamu di Oktober 2020)

Merasa kecewa, marah, atau sedih yang berlebihan ketika menghadapi suatu kondisi dan situasi. Namun tidak tahu penyebabnya apa. Bisa jadi respons emosional tersebut merupakan respons Inner Child di dalam diri. Hal ini karena hasil dari pengalaman masa lalu yang membentuk Inner Child dapat terlihat dalam bentuk sifat yang beragam seperti impulsif, pemarah, penindas, dan lain-lain.



Tentu keberadaan Inner Child ini dapat membawa masalah pada kestabilan emosional, tingkah laku, dan hubungan sosial seseorang dengan lingkungannya. Untuk itu perlu bagi kita untuk mengatasinya dengan baik.

Kemudian apa yang bisa kita lakukan untuk menyembuhkan luka di masa kecil? Untuk berdamai dengan Inner Child? Tentu saja kita bisa menyembuhkannya dan merangkul Inner Child untuk berjalan beriringan dengan raga dewasa kita.

Dilansir dari heathline.com, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menyembuhkan luka masa kecil tersebut. Ulasannya sebagai berikut.



1. Sadari Keberadaannya
Untuk menyembuhkan luka masa kecil yang kita punya, terlebih dulu kita harus menyadari bahwa ada sosok “anak kecil” dalam diri kita. Kita bisa mengingat kembali luka di masa lalu yang belum terobati dengan baik.
halaman ke-1 dari 3
Artikel Terkait
TULIS KOMENTAR ANDA!
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...

    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel dalam bentuk word dengan panjang tulisan minimum 4000 karakter.

    Sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.

    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke :

    gensindo[dot]mail[at]gmail[dot]com
Terpopuler
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss