6 Mitos tentang Haid, Bukan Hiu yang Harus Dihindari tapi Hewan Ini

6 Mitos tentang Haid, Bukan Hiu yang Harus Dihindari tapi Hewan Ini
Mitos seputar haid atau menstruasi masih sering beredar di tengah masyarakat. Foto/Isabel Pavia, Getty Images
JAKARTA - Banyak mitos seputar haid atau menstruasi yang masih berkembang di tengah masyarakat. Karena itulah kamu perlu tahu kebenarannya berdasarkan sains.

Sering kali kita membaca beberapa hal tentang haid yang muncul di internet. Hal yang sama kadang juga kita dengar dari teman sepergaulan, dan akhirnya kita memercayainya. Padahal, belum tentu hal tersebut benar, apalagi kalau tidak didukung oleh pernyataan ahli, misalnya dokter kandungan.

Nah, supaya kamu tidak salah kaprah, berikut ini enam mitos yang masih sering beredar tentang haid.

1. Kamu Harus Sudah Haid saat Mencapai Umur Tertentu

6 Mitos tentang Haid, Bukan Hiu yang Harus Dihindari tapi Hewan Ini

Foto: Shutterstock

Tidak ada umur yang normal untuk seorang gadis mendapatkan haid pertamanya. Meski begitu, mayoritas mendapatkan haid pertama mereka dalam rentang usia 9-15 tahun.

"Meski begitu, kalau belum ada tanda-tanda haid saat kamu berusia 15 tahun, maka sebaiknya kamu mengecek ke dokter," ujar Dr Deborah Nucatola, Senior Director of Medical Services at Planned Parenthood Federation of America, mengutip dari Seventeen.

2. PMS Tidak Nyata

6 Mitos tentang Haid, Bukan Hiu yang Harus Dihindari tapi Hewan Ini

Foto: Adobe Stock

Ini jelas hal yang salah. Kalau kamu merasakan mood yang gampang berubah, perubahan selera makan (malas makan atau malah selalu merasa lapar), merasa tegang atau mudah panik, sakit di sekitar payudara, atau agak pening, itu adalah hal yang normal.
halaman ke-1
Share: