Takut Memulai vs Tidak Komitmen, Apa yang Mesti Dilakukan?

Takut Memulai vs Tidak Komitmen, Apa yang Mesti Dilakukan?
Memulai sesuatu, dan menyelesaikannya memang bukan hal yang mudah karena butuh kekonsistenan. Foto/Ijeab, Freepik
JAKARTA - Kita mungkinsering merasa takut untuk mulai suatu hal yang baru. Selain karena kita ragu, kita sering kali menunda-nunda. Tapi, ada juga yang sudah mencoba untuk memulainya.

Namun sering kali, masalah masih belum berakhir. Ini karena begitu memulai sesuatu yang baru, sebagian terlalu takut atau malas untuk menyelesaikannya alias tidak berkomitmen!

1. Takut Memulai


Takut Memulai vs Tidak Komitmen, Apa yang Mesti Dilakukan?

Foto:Lookstudio/Freepik

Takut memulai sama saja dengan merasa ragu. Keragu-raguan bukanlah hal yang baik kalau dirasakan terlalu sering dalam setiap hal, Meski begitu, mempertimbangkan hal-hal yang baik dan buruk yang terjadi setelah kita memulai adalah hal yang tepat dilakukan untuk kesiapan menghadapi risiko.

Penulis sekaligus pendidik Peter F. Drucker pernah berkata, “Orang yang tidak mengambil risiko umumnya membuat dua kesalahan besar dalam setahun. Orang yang mengambil risiko umumnya membuat dua kesalahan besar dalam setahun.”

Ini artinya, mau mengambil risiko atau tidak, kita tetap akan melakukan kesalahan dalam hidup kita. Namun kelebihan orang yang mau mengambil risiko adalah setidaknya dia berani memulai, dan itu akan membuatnya kaya pengalaman.

Baca Juga: Suka Ghosting, Apakah Kamu Termasuk Kaum Lithromantic?

2. Tidak Berkomitmen

Takut Memulai vs Tidak Komitmen, Apa yang Mesti Dilakukan?

Foto:Wayhomestudio/Freepik

Sering terjadi, setelah kita memulai sesuatu, kita tidak berkomitmen atau tidak bertanggung jawab untuk melanjutkan atau menyelesaikannya. Apakah hal itu buruk?

Kebanyakan dari kita merasa kalau tidak berkomitmen adalah hal yang buruk untuk dilakukan. Ternyata, tidak selalu buruk, lho! Berhenti berkomitmen bisa jadi hal yang benar jika alasan yang dipakainya tepat dan sudah dipikirkan dengan masak-masak.

Namun sekali lagi, ini bukan berarti kita bisa bebas melepaskan komitmen dan lari dari sesuatu yang sudah dimulai. Kita harus melakukan hal yang terbaik untuk diri kita.

Kalau kita sudah melakukan sesuatu, kita pasti punya motivasi di dalamnya. Itulah yang harus terus dipelihara. Akan lebih keren lagi kalau kita melakukan hal yang sudah kita mulai hingga sampai di tujuan. Intinya, kita harus berani menghadapi risiko dan konsisten sampai tujuan.

Baca Juga: Webtoon BTS 7 Fates: Chakho Direspons Berbeda oleh Pembaca Korea dan Internasional

Seperti ketika kita bersepeda, sekali dua kali dicoba belum tentu bisa. Tapi, kalau sudah berkali-kali, menghadapi risiko jatuh-bangun ketika menaiki sepeda, pada akhirnya kita pasti akan mahir bersepeda. Nah, itulah yang dinamakan berkomitmen.

Jadi, kamu mau melakukan hal yang luar biasa dengan berani memulai dan berkomitmen, atau tetap di situ-situ saja?

Anis Salamah
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta
Instagram @helooani


(ita)
Share: