Jackson GOT7 dan Lay EXO Putuskan Kontrak dengan Adidas dan Converse karena Kasus Muslim Uighur

Jackson GOT7 dan Lay EXO Putuskan Kontrak dengan Adidas dan Converse karena Kasus Muslim Uighur

Foto: Getty Images



Setelah pernyataan para pejabat tersebut, pernyataan yang pernah dibuat oleh H&M, Nike, dan Adidas terkait kasus kerja paksa terhadap kaum minoritas di China pun merebak.

Pernyataan tersebut lantas mengundang kemarahan netizen China di Weibo. Mereka membakar sepatu Nike dan menyebut agar Nike segera hengkang dari pasar China.

Perusahaan mode asal Swedia H&M pernah mengkritik China dan memutuskan untuk tidak menggunakan kapas dari Xinjiang untuk bahan produk mereka. Sayangnya, pernyataan yang pernah dipublikasikan di situs web mereka itu kini tak bisa diakses .

Sementara Adidas lewat pernyataan mereka di situs web bertanggal Oktober 2019 juga menyatakan menolak praktik perbudakan modern, termasuk yang terjadi di Xinjiang.

Jackson GOT7 dan Lay EXO Putuskan Kontrak dengan Adidas dan Converse karena Kasus Muslim Uighur

Foto: Budrul Chukrut/SOPA Images/Getty Images

Sedangkan Nike pernah menyampaikan pernyataan yang sama. Dalam pernyataan tanpa tanggal dan tahun yang tercantum di situs web mereka , Nike menyebut tidak menggunakan kapas dari Xinjiang untuk produk perusahaan mereka.

Baca Juga: Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis

Meski begitu, pada Desember 2020, Business Insider melaporkan bahwa Nike, Apple, Coca Cola, dan sejumlah perusahaan besar lainnya tengah melobi pemerintah agar melemahkan undang-undang yang bertujuan mencegah mereka membuat produk di China memakai tenaga kerja paksa suku Uighur.
halaman ke-2
Share: