alexametrics
media sosial
Paid Promote dari Mahasiswa untuk Pebisnis Pemula, Murah dan Menguntungkan!
Paid Promote dari Mahasiswa untuk Pebisnis Pemula, Murah dan Menguntungkan!
Mahasiswa banyak menawarkan paid promote dengan mengandalkan ribuaan akun dengan total follower puluhan ribu. Foto/ Avery Hartmans, Business Insider
Jakarta - Aktivitas paid promote di Instagram emang udah lama dipraktikkan, tapi belakangan mulai muncul paid promote yang dilakukan dalam grup oleh para mahasiswa.

Paid promote sebenarnya adalah aktivitas beriklan di media sosial, utamanya di Instagram. Cara kerjanya adalah, sebuah perusahaan atau penjual produk menyewa jasa seseorang - biasanya influencer - yang punya follower puluhan sampai jutaan akun.

Sang influencer lalu diminta untuk mempromosikan produk dari perusahaan tersebut dengan syarat yang disepakati bersama. (Baca Juga: The Kissing Booth 3 Syuting Secara Diam-diam, Bakal Tayang Tahun Depan)



Belakangan, cara paid promote ini ditiru oleh para mahasiswa dalam mencari dana untuk acara kampus mereka. Nah, karena kebanyakan panitia acara bukanlah seorang influencer profesional, mereka pun punya cara jitu menjual paid promote ini, yaitu dengan menawarkan akun borongan. 

Paid Promote dari Mahasiswa untuk Pebisnis Pemula, Murah dan Menguntungkan!
Foto: Instagram @virajasmine

Artinya, satu promosi paid promote, bisa dipromosikan atau di-posting di banyak akun aktif para mahasiswa, dengan harga yang bisa dibilang murah banget.

Yang menyewa jasa para mahasiswa biasanya adalah para pedagang di online shop, atau pedagang pemula yang masih butuh mengenalkan produknya (awareness) ke masyarakat luas.

Vira (20), salah seorang penanggung jawab dari salah satu program kerja BEM FISIP UPN Veteran Jakarta, menerangkan bahwa pihaknya bisa menawarkan postingan paid promote dari 46 akun Instagram dengan total 38 ribu follower.

Harganya? Beragam dan murah banget! Mulai dari Rp15.000-Rp60.000. Peminat tinggal memilih paket yang sesuai kantongnya.

Paid promote gak pernah sepi. Seenggaknya, sehari ada satu yang bayar jasa kami,” ujar Vira. (Baca Juga: Hal-Hal yang Selalu Bikin Sebel saat Nonton Drama Korea)

Paid Promote dari Mahasiswa untuk Pebisnis Pemula, Murah dan Menguntungkan!
Foto: Instagram @virajasmine

Kata Vira, cara ini dipakai karena program kerja (proker) yang dibuat tim kampusnya mesti tetap jalan, sementara pandemi masih terus berlangsung.

“Proker harus tetep jalan, dan butuh dana. Belum lagi kita lagi kuliah online, jadi gak bisa jualan offline,” ucap Vira.

"Dengan cara ini, ternyata lebih cepat buat ngumpulin dana dan tanpa modal apa pun,” tambah rekannya, Rizka. (Baca Juga: Fenomena Malas Menikah Bikin Cerita Cinta dalam Drama Korea Berubah)

Untuk menerima tawaran paid promote, Vira dan timnya menetapkan beberapa aturan. Misalnya gak mempromosikan produk atau mempromosikan dengan kata-kata yang mengandung unsur SARA, penipuan, dan pornografi. Pengguna jasa juga harus bersedia untuk uangnya gak dikembalikan (refund).

Paid Promote dari Mahasiswa untuk Pebisnis Pemula, Murah dan Menguntungkan!
Foto: Instagram @paidpromotemahasiswa

Sementara untuk tim yang mempromosikan, maka akunnya gak boleh dikunci (private) dan mem-posting tepat waktu atau sesuai jadwal yang diberikan.

Kalo untuk laporan ke pihak ol-shop, biasanya pihak ol-shop nanya, udah berapa yang upload atau nanti di cek-cekin sama mereka,” ucap Vira yang bareng timnya juga harus rajin memantau postingan yang wajib diunggah.

Zahra (18), dari online shop @Lashlift.Zhr merasa diuntungkan dengan adanya tawaran paket paid promote dari mahasiswa. (Baca Juga: 28 Ungkapan Bahasa Korea yang Sering Muncul dalam Drakor Beserta Artinya)

“Target market aku, kan, remaja dan wanita dewasa, followers mahasiswa ini kebanyakan sesuai sama targetku. Jadi aku sengaja cari-cari paid promote kampus-kampus di Jabodetabek," jelas Zahra yang mengaku udah sering pake jasa paid promote mahasiswa, dengan rentang harga Rp25.000-Rp65.000.

Paid Promote dari Mahasiswa untuk Pebisnis Pemula, Murah dan Menguntungkan!
Foto: Instagram @movhalkyargeswara

"Kalau aku lebih untuk memberikan efek setidaknya awareness dari masyarakat, meskipun mungkin tidak banyak yang sampai pada follow dan membeli produk," imbuhnya.

Sama kayak Zahra, Syifa (20), pemilik online shop @mielidisquad juga merasa paid promote ini sangat menguntungkan dan sesuai dengan harganya. (Baca Juga: MilenialFest Tebar 2.000 Beasiswa untuk Anak Muda, Bakal Berlangsung Agustus 2020)

“Berpengaruh pada tingkat kesadaran orang-orang mengenak produk aku," ujar Syifa yang berjualan camilan dengan target pelajar dan mahasiswa.

Sekar Harum Prameswari
Kontributor GenSINDO
UPN Veteran Jakarta
Instagram: @sekarharum



(it)
Artikel Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss