Psikologi

Selfie Dysmorphia, Penyakit Psikologis di Balik Tren FaceApp

Selfie Dysmorphia, Penyakit Psikologis di Balik Tren FaceApp
Aplikasi FaceApp yang lagi ngetren lagi bisa aja jadi pintu masuk lahirnya selfie dysmorphia pada seseorang. Foto/FaceApp, androidauthority.com
Jakarta - Aplikasi FaceApp yang lagi nge-tren lagi gara-gara Oplas Challenge mungkin dipake cuma buat seru-seruan aja. Tapi kalau mau dilihat lebih mendalam, ada masalah serius yang mungkin muncul di balik hal ini.

Saat kita merasa gak senang dengan hasil dan penampilan kita dalam foto itu, lalu kita fokus pada kekurangan muka kita dan mulai berharap seandainya wajah kita bisa lebih cakep lagi, itulah yang dinamakan selfie dysmorphia.

Menurut spesialis bedah plastik wajah CEENTA, Jewel Greywoode, MD, makin gampangnya akses ke foto instan, termasuk filter seperti yang biasa ada pada Snapchat dan Instagram, jadi salah satu pemicu munculnya selfie dysmorphia.

Filter mendistorsi penampilan kita, dan bikin kita berharap pada sesuatu yang gak realistis tentang fitur wajah kita.



"Sebagai ahli bedah plastik wajah, menjadi tujuan utama saya untuk membantu pasien saya memahami apa yang realistis dan mana yang akan mencapai tujuan estetika mereka," ujar Jewel, dikutip dari ceenta.com.

Selfie Dysmorphia, Penyakit Psikologis di Balik Tren FaceApp

Foto: FaceApp

Seringkali, orang-orang dengan selfie dysmorphia akan membawa foto hasil selfiehasil filter mereka ke ahli bedah plastik wajah dan minta 'dibuatkan' wajah seperti itu. Padahal, secara anatomi tubuh, yang mereka minta itu gak realistis.



Pernah, kan, kamu ngeliat orang yang hidungnya terlalu kecil, sementara pipinya juga terlalu menonjol hingga kelihatan gak alami, bahkan aneh? Inilah yang dinamakan anatominya gak proporsional. Ditambah semuanya hasil rekayasa alias gak alami, wajahnya malah kelihatan seram. (Baca Juga:Mengapa Kita Hobi Posting Sesuatu di Media Sosial?)
halaman ke-1 dari 2
Artikel Terkait
TULIS KOMENTAR ANDA!
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...

    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel dalam bentuk word dengan panjang tulisan minimum 4000 karakter.

    Sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.

    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke :

    gensindo[dot]mail[at]gmail[dot]com
Terpopuler
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss