Isu Sosial

Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis

Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis

Foto:sharyngrahamdavies/Flickr

Kebalikan dari calalai, calabai adalah orang yang berjenis kelamin laki-laki, tapi berperan dan berperilaku sebagai perempuan di kehidupan sehari-hari. Meski calabai tidak menganggap diri mereka sebagai perempuan, tapi masyarakat menganggap mereka sebagai perempuan. Calabai memiliki peran yang cukup signifikan sebagai bentuk kepercayaan masyarakat, yaitu sebagai tata rias para pengantin, dekorasi, dan menyiapkan makanan dalam acara-acara adat.

5. BISSU

Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis

Foto: america.aljazeera.com

Bissu adalah perpaduan antara laki-laki dan perempuan. Mereka dipercaya sebagai sosok spiritual. Dalam kebudayaan suku Bugis, untuk menghubungkan manusia dengan dewa, manusia haruslah sempurna.

Sempurna yang dimaksud adalah memiliki perpaduan antara laki-laki dan perempuan dalam diri seseorang. Bissu boleh berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

Bissu dicirikan dengan membawa pisau sebagai perwujudan dari sifat maskulin, tapi juga memakai bunga di telinga sebagai perwujudan sifat feminin. (Baca Juga:Brazen Bull, Mesin Pembunuh Keji Andalan Raja Tiran Yunani Kuno)

Karena dianggap sosok yang suci, bissu dianggap sebagai sosok yang membawa berkah.

Peter Leonaldy ND
Kontributor GenSINDO
Universitas Indonesia
Instagram: @peterleonaldy

(it)
halaman ke-3 dari 3
Artikel Terkait
TULIS KOMENTAR ANDA!
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...

    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel dalam bentuk word dengan panjang tulisan minimum 4000 karakter.

    Sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.

    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke :

    gensindo[dot]mail[at]gmail[dot]com
Terpopuler
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss