Film-film untuk Belajar Memperjuangkan Hubungan yang Penuh Perbedaan

Film-film untuk Belajar Memperjuangkan Hubungan yang Penuh Perbedaan
The Sun is Also a Star menceritakan kisah cinta antardua manusia yang berbeda budaya, latar belakang, dan status sosial. Foto/Warner Bros Pictures
JAKARTA - Cinta bukan satu-satunya hal yang jadi penentu lancar-tidaknya hubungan. Respons orang-orang terdekat, seperti keluarga dan teman, bisa secara langsung mempengaruhi hubungan kita.

Terlebih lagi buat pasangan-pasangan yang punya latar belakang berbeda, entah suku, agama, kondisi ekonomi, dan sebagainya. Memang, sih, semua bergantung pada gimana pasangan itu menanggapi omongan orang-orang di sekitarnya. Tapi gak semua orang bisa memaknai perbedaan dengan pikiran yang terbuka.

Nah, enam film ini bisa mengajarkan kita tentang bermacam-macam perbedaan yang memengaruhi sebuah hubungan asmara. Setiap pasangan pasti punya perjuangannya sendiri. Tapi perjuangan pasangan-pasangan dalam film ini terasa menegangkan. (Baca Juga: The Baby-Sitters Club, Kisah Seru Para Cewek Atasi Kegalauan Hidup )

Kenapa? Karena mereka mempertaruhkan nilai, norma, dan kebudayaan yang hidupnya udah beratus hingga beribu tahun lamanya. Satu hal yang pasti, kita bisa mengambil pelajaran penting tentang toleransi di tengah masyarakat multikultural.



1. THE BIG SICK

Kumail dan Emily adalah jackpot pasangan yang punya banyak perbedaan. Beda agama, beda budaya, beda latar belakang karier dan pendidikan, sampai beda latar belakang keluarga. Keluarga Kumail menjunjung tinggi tradisi Pakistan, melarang keras Kumail pacaran dengan perempuan lain selain pilihan keluarganya. Apalagi perempuan berkulit putih yang gak seagama.

Meski akhir film ini terlampau menyederhanakan permasalahan, "The Big Sick" berhasil menyuguhkan gambaran realistis seseorang yang gak bisa sekonyong-konyong mengorbankan hubungan baik dengan keluarga dan ajaran leluhurnya buat bersama dengan orang yang ia cintai.






2. WHERE HANDS TOUCH

Film ini mengisahkan tentang cinta dua sejoli dengan latar peristiwa yang sangat kompleks. Di tengah Perang Dunia II, seorang perempuan kulit hitam jatuh cinta dengan seorang laki-laki kulit putih yang juga merupakan simpatisan Nazi. Mereka pun mulai menjalani hubungan dan harus berjuang buat tetap bersama di tengah represi pemerintahan otoriter, white supremacy, perang, dan konflik-konflik politik lainnya.

Film ini mengajarkan kita bahwa cinta aja gak lantas bisa menyelamatkan nyawa kita. Film ini juga mengajarkan kita akan nilai penting kemanusiaan, yaitu pentingnya menghapuskan segala bentuk diskriminasi, baik itu ras, agama, suku, dan lainnya.



3. CRAZY RICH ASIANS

Berasal dari latar belakang etnis yang sama ternyata gak jadi jaminan perjalanan cinta bisa berjalan mulus. Rachel dan Nick contohnya. Keduanya harus menghadapi penolakan besar keluarga Nick atas hubungan mereka gara-gara perbedaan status ekonomi. Perjuangan keduanya berburu restu gak pernah mudah.

Perlakuan keluarga Nick yang suka semena-mena sering kali bikin sakit hati Rachel. Meski begitu, sikap Nick sangat kontras dengan stigma yang meliputi kalangan elite seperti keluarganya. Nick adalah pribadi yang hangat, rendah hati, dan gak memandang seseorang hanya berdasarkan materi. Kalau kamu menghadapi permasalahan yang sama, jadilah setangguh Nick dan Rachel, ya!



4. THE SUN IS ALSO A STAR

Natasha lahir dari keluarga Jamaica yang tinggal di Amerika Serikat. Ia gak percaya dengan cinta, hubungan, dan segala omong kosongnya, sampai Daniel, laki-laki keturunan Korea yang super pede, datang ke hidupnya.

Sayang, saat Natasha mulai sadar perasaannya buat Daniel, keduanya harus menelan kenyataan pahit perpisahan karena Natasha dan keluarganya harus dideportasi ke Jamaica. People do fall in love in mysterious ways, dan gak semua akhir bahagia bisa dicapai saat itu juga. (Baca Juga: Tes Enneagram: Ada 9 Tipe Kepribadian Manusia, Kamu yang Mana? )



5. DAVID AND FATIMA

David dan Fatima bukan cuma harus menghadapi kenyataan pahitnya hubungan karena perbedaan agama, tapi juga karena konflik politik yang menyebabkan permusuhan abadi antardua negara tempat mereka tinggal, yaitu Palestina dan Israel.

Konflik politik yang menyebabkan kerusuhan yang turut ditampilkan membuat film ini sedikit mengerikan untuk ditonton. Tapi jangan khawatir, karena kamu bakal mendapatkan banyak banget pelajaran hidup dari film ini.



6. Cin(T)a

“Kenapa Allah nyiptain kita beda-beda, kalau Dia cuma mau disembah dengan satu cara?” ujar Annisa. Pertanyaan retoris ini yang disampaikannya saatngobrol bareng Cina, lelaki yang dia suka. Pertanyaan itu merepresentasikan keseluruhan cerita dalam film ini. Selain perbedaan agama, film ini juga menyuguhkan gambaran realistis konflik antarkelas, antara Annisa yang borjuis dan Cina yang berasal dari keluarga pas-pasan. (Baca Juga: Diam & Dengarkan, Film Dokumenter yang Diisi Deretan Seleb Beken Indonesia )

Tekanan batin gak main-main yang dirasakan keduanya berhasil dikemas dalam film yang sederhana, tapi penuh makna. Di balik segala konflik yang ada, kita bisa meneladani sikap Cina dan Annisa yang toleran terhadap perbedaan keduanya. Misalnya, waktu mau makan bersama, Annisa dan Cina berdoa dengan cara masing-masing yang diajarkan agamanya. Cina juga pernah menemani dan menunggu Annisa melaksanakan salat.



Selma Kirana Haryadi
Kontributor GenSINDO
Universitas Padjadjaran
Instagram: @selma.kirana

(it)
Share: