alexametrics
Serial TV
The Baby-Sitters Club, Kisah Seru Para Cewek Atasi Kegalauan Hidup
The Baby-Sitters Club, Kisah Seru Para Cewek Atasi Kegalauan Hidup
Serial The Baby-Sitters Club menceritakan petualangan cewek-cewek mengatasi masalah dalam hidup mereka. Foto/Netflix
Jakarta - Siapa yang belum nonton serial The Baby-Sitters Club di Netflix? Atau malah udah berkali-kali rewatch serial ini?!

Serial yang diangkat dari buku-buku karya Ann M. Martin ini berhasil diadaptasi dengan sangat baik.

Berbeda dari beberapa film adaptasi buku yang berbeda jauh dengan cerita aslinya, "The Baby-Sitters Club" dibikin mirip banget. Bahkan, detail seperti telepon yang digunakan masih sama! Telepon rumah dengan gaya 1990-an bikin serial ini jadi ikonik banget!



Buku "The Baby-Sitters Club" pertama kali diterbitkan hampir 35 tahun lalu dengan cukup mengesankan. Walau lebih banyak bercerita tentang kehidupan para remaja, tapi serial ini cocok dan bisa menghibur penonton usia berapa pun. 

"The Baby-Sitters Club" bercerita tentang kehidupan dan petualangan lima cewek dengan karakter dan kepribadian yang sangat berbeda.

Kristy Thomas (Sophie Grace), Mary Anne Spier (Malia Baker), Claudia Kishi (Mamona Tamada), Stacey McGill (Shay Rudolph), dan Dawn Schafer (Xochitl Gomez), masing-masing punya karakter yang sangat kuat.

The Baby-Sitters Club, Kisah Seru Para Cewek Atasi Kegalauan Hidup
Foto: Netflix

Saking kuatnya, hal kecil seperti tulisan tangan pun bisa menggambarkan kepribadiannya. Mary Anne menulis dengan kursif miring yang gugup, Dawn menulis dengan tulisan tangan yang keren dan enteng. Kristy dengan tulisan tangan yang tepat, dan Stacey dengan gaya menulis yang lucu.

Seperti remaja kebanyakan, "The Baby-Sitters Club" juga punya cerita cinta monyet. Meski begitu, dalam serial ini, kekuatan perempuan sangat menonjol.

Misalnya, dalam satu episode, Kristy diminta untuk menulis esai soal kesopanan dengan panjang 100 kata. Ia menulis dalam 98 kata, dan untuk melengkapi jumlah kata, dia menutup esainya dengan tulisan “The End”. Ini jadi sesuatu yang sangat ikonik.

Sementara Kristy saat diminta membuat esai, malah merasa diperlakukan tidak adil karena anak lelaki tidak pernah diminta untuk menulis esai.

Tiap episode dalam serial ini memiliki sudut pandang dan pesan moral yang sangat jelas, bagaimana anak usia belasan tahun harus menghadapi dan menyelesaikan masalah mereka.

The Baby-Sitters Club, Kisah Seru Para Cewek Atasi Kegalauan Hidup
Foto: Netflix

Meskipun beberapa kali mereka tetap membutuhkan campur tangan orang tua, tapi kelima gadis ini memiliki keberanian yang kuat.

Beberapa detail lainnya seperti cara Kristy dan Mary Anne berkomunikasi dengan senter juga menjadi perhatian penonton. Di tengah kecanggihan alat komunikasi, Kristy dan Mary Anne tetap melakukan komunikasi memakai senter dari kamar mereka masing-masing dengan kode yang mereka buat dan pahami.

Menonton "The Baby-Sitters Club" bikin kamu, khususnya cewek-cewek, akan merasa gemes! Film ini benar-benar insightful. Mereka seakan ingin mematahkan ucapan orang-orang yang menganggap mereka terlalu kecil untuk bisa bertanggung jawab.

Serial ini mendapatkan rating sempurna 100% dari Rotten Tomatoes. Saking menyenangkannya, banyak yang meminta untuk "The Baby-Sitters Club" dibuatkan season keduanya.


Sekar Harum Prameswari

Kontributor GenSINDO
UPN Veteran Jakarta
Instagram: @sekarharum



(it)
Artikel Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss