7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa

7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa
Anime Blue Lock meroket begitu Timnas Jepang mengalahkan Timnas Jerman dengan skor 2-1 di Piala Dunia 2022. Menariknya, anime berkisah tentang Tim Samurai Biru. (Foto: ComicBook.com)
Anime Blue Lock langsung menjadi bahasan di mana-mana setelah kemenangan timnas Jepang melawan Jerman di Piala Dunia Qatar 2022. Yang menarik, anime ini dirilis di slot musim gugur (Fall) atau tepat sebelum pesta bola dunia itu digelar. Anime ini disebut penggemar punya kaitan erat dengan timnas Jepang yang berlaga di pertandingan besar itu.

Blue Lock diangkat dari manga dengan judul yang sama karya Muneyuki Kaneshiro dan diilustrasikan Yusuke Nomura yang terbit di Kodansha. Adaptasi anime-nya dibuat EightBit. Penggemar sudah menantikan adaptasi anime ini karena ingin menyaksikan aksi jagoan mereka dalam bentuk gerak dan suara, tidak hanya dalam gambar.

Blue Lock bukanlah anime tentang sepakbola seperti yang lainnya. Anime ini berfokus pada pembangunan karakter bukan hanya tentang bagaimana memenangkan pertandingan. Masuk genre shounen, Blue Lock bukanlah shounen biasa. Anime ini punya banyak momen mendebarkan. Blue Lock bisa ditonton di Netflix, Bstation, dan iQIYI.

Baca Juga: 6 Anime Sepakbola Ini Bisa Ditonton buat Nunggu Piala Dunia

1. Sinopsis Blue Lock

7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa

Foto: Game Rant

Menyusul kekalahan Jepang dari Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2018, Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) mempekerjakan pelatih baru bernama Jinpachi Ego. Tapi, Jinpachi bukanlah pelatih biasa. Jinpachi adalah pelatih yang sangat bagus dan sangat energik. Selain itu, Jepang berambisi untuk memenangkan Piala Dunia. Ketika hendak memulai melatih, Jinpachi menyadari kalau tim itu kekurangan striker.

Dia kemudian memanggil semua stiker dari SMA dan menggelar kompetisi di antara mereka. Tak kurang dari 300 orang terkumpul. Mereka tinggal bersama di sebuah fasilitas untuk bersaing menjadi yang terpilih. Yang menang akan langsung menjadi anggota timnas. Sementara, yang kalah tidak akan bisa terlibat di sepak bola profesional lagi. Salah satu yang dipanggil itu adalah Yoichi Isagi. Dengan mempersiapkan mentalnya yang baru saja terguncang, dia pun turut bertarung agar bisa masuk timnas demi membuat Jepang memenangkan Piala Dunia.

2. Mengapa Blue Lock Berbeda dengan Anime Sepak Bola Lainnya?

7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa

Foto: One Esports

Dari plotnya, sudah terlihat kalau Blue Lock sangat berbeda dari anime sepak bola lainnya. Dari proses seleksinya saja, bisa diketahui ini akan menjadi semacam permainan kematian bagi pemain sepak bola. Hanya satu orang yang akan terseleksi masuk timnas. Sementara, yang tersingkir, tidak akan pernah bisa ikut bermain sepak bola secara profesional.

Anime ini tidak sama seperti anime sepak bola lain karena benar-benar mengikuti tim itu bermain tanpa kekuatan, seperti Haikyuu!! Dengan situasi yang sangat sulit diciptakan di antara pemain di saat mereka menghadapi risiko tinggi kalau gagal. Lebih lanjut, anime ini bahkan punya berbagai macam thriller yang membuatnya jadi lebih berbeda.

3. Blue Lock Langsung Masuk Konflik

7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa

Foto: Epicstream

Blue Lock tidak punya basa basi sejak awal episode. Seperti Attack on Titan, atau bahkan Spy x Family, hanya dalam beberapa menit awal episode pertamanya, penonton langsung disuguhi konflik yang akan dihadapi para karakternya di anime ini. Serial ini tidak butuh waktu panjang untuk berleha-leha menata protagonisnya.

Yang membuat konfliknya jadi lebih baik adalah sejak awal, semua orang menentangnya. Semua orang menentang ide Jinpachi Ego yang menarik semua orang dan meninggalkan hidup mereka hanya demi menjadi stiker. Tapi, seiring berjalannya waktu, konflik yang meletus di antara orang-orang yang tinggal di fasilias tersebut jadi lebih rumit. Semua orang tahu kalau mereka tidak mau bermain kotor. Tapi, mereka harus melakukannya demi memenangkan pertandingan Blue Lock.

4. Protagonisnya Relatable

7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa

Foto: Anime Corner

Yoichi Isagi adalah protagonis Blue Lock. Dia merupakan contoh sempurna protagonis yang akan disukai semua orang. Cita-cita Yoichi mungkin terasa generik dan sama seperti rata-rata protagonis shounen, yaitu menjadi yang terbaik. Tapi, dia adalah orang normal dengan cita-cita yang normal. Dia ingin menjadi striker terbaik yang bisa membawa timnas meraih Piala Dunia,

Yoichi berangkat dari kekecewaan yang dia telan di pertandingan terakhir sebelum dia masuk ke fasilitas neraka Jinpachi. Di dalam dirinya, dia tahu mana yang benar dan salah. Tapi, dia juga sadar apa yang harus dia lakukan agar bisa berhasil.

5. Jinpachi Ego

7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa

Foto: SportsKeeda

Jinpachi menjadi tokoh yang cukup kontroversial di anime ini. Belum bisa disebut antagonis atau pun karakter yang baik, sekilas, dia adalah karakter yang ambisius dan terlalu percaya diri. Tapi, di balik ambisi itu, ada sesuatu yang lebih jahat dengan dia menekankan pada kata “ego” seperti pada namanya. Dia terlihat sangat egois, kejam, dan hanya memuaskan dirinya sendiri. Dia tidak pernah menyia-nyiakan peluang untuk mengatakan kepada pemainnya kebenaran dingin tentang diri mereka dan realitas mereka, entah ingin memuat mereka jadi lebih putus asa atau menginspirasi mereka.

Jinpachi jelas tidak memperlihatkan siapa yang dia suka. Dia hanya menyebut angka dan hasil masing-masing pemain. Dia sangat perhitungan dan metodis dengan sendirian merancang Blue Lock, menipu eksekutif JFA ke permainan ketika terpojok, serta memprediksi pertarungan Timnas Jepang U-20 dengan nyaris sempurna. Saat itu, Jinpachi memperlihatkan bahkan dengan minset yang dia punya, dia percaya pada pemain yang lolos ujiannya dan dia benar-benar punya momen sentimental. Sebagai kreator dan manajer senior Blue Lock, Jinpachi bangga pada pemainnya, meski tidak mengatakannya secara langsung.

6. Seni Gambar Blue Lock Terinspirasi Bleach

7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa

Foto: IMDb

Seperti manga atau anime lain, yang menarik dari Blue Lock adalah gaya seninya yang dieksekusid dengan baik. Cara terbaik untuk mengelaborasinya adalah membandingkannya dengan Bleach, karya Tite Kubo. Serial ini kini naik daun lagi berkat dirilisnya seri baru, Bleach: Thousand Year Blood War. Salah satu elemen paling menonjol dari Bleach adalah gaya seninya.

Sepertinya, gaya seni Blue Lock banyak terpengaruh dari Bleach. Salah satu karakternya, Rensuke Kunigai, jelas terinspirasi dari Ichigo Kurosaki, protagonis Bleach. Tapi, Bleach bukan satu-satunya serial yang mempengaruhi Blue Lock. Pengaruh Tokyo Ghoul terlihat pada karakter Meguru Bachira, yang terlihat seperti Juuzou Suzuya.

Baca Juga: 10 Anime Shounen Rating Tertinggi MyAnimeList di Sepanjang 2022

7. Blue Lock dan Killing Giant Menginspirasi Kostum Timnas Jepang

7 Fakta Blue Lock, Anime Tentang Timnas Jepang yang Tak Biasa

Foto: Reddit

Nama Blue Lock meroket setelah Timnas Jepang mempermalukan Timnas Jerman di babak penyisihan grup di Piala Dunia 2022 di Qatar. Kostum yang dikenakan Tim Samurai Biru jelas sama persis dengan kostum yang dipakai karakter di Blue Lock. Ini bukanlah kejutan. Beberapa waktu lalu, Jepang telah mengumumkan kolaborasi mereka dengan ilustrator Blue Lock, Yusuke Nomura.

Namun, bukan hanya Blue Lock yang menjadi inspirasi kostum Timnas Jepang. Secara umum, kostum itu memang Blue Lock banget, tapi, pada dasarnya, kostum itu terinspirasi dari dua anime sepakbola. Selain Blue Lock, kostum itu juga mendapatkan sentuhan Killing Giant. Anime itu dirilis pada 2010 dari manga karya Masaya Tsunamoto yang diilustrasikan Tsujitomo. Sama-sama dirilis di Kodansha, Killing Giant adalah seinen, bukan shounen seperti Blue Lock. Yang menarik, baik Blue Lock dan Killing Giant sama-sama menampilkan pelatih baru yang ditugasi menjadikan tim mereka menjadi tim juara. Kostum Timnas Jepang itu didesain Yusuke dan Tsujitomo.


(alv)
Share: