CERMIN: Seperti Dendam, Perselingkuhan Harus Dibayar Tuntas

Padahal Candy dan Betty sesungguhnya berteman baik. Anak-anak mereka begitu dekat. Candy bahkan jadi teman baik bagi Betty yang tampak sulit bersosialisasi dengan ibu-ibu lainnya.

Namun perselingkuhan menghancurkan segalanya, berubah jadi dendam yang membara perlahan dalam sekam. Hingga tiba saatnya Betty mengkonfrontasi langsung soal itu kepada Candy.

CERMIN: Seperti Dendam, Perselingkuhan Harus Dibayar Tuntas

Foto: Disney+

Dan dunia terkejut. Dari kota kecil itu mencuat kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga biasa dengan menggunakan kapak. Mirip dengan yang dilakoni Jack Nicholson dalam The Shining. Tak tanggung-tanggung, kapak itu dihunjamkan ke tubuh korban sebanyak 41 kali.

Tapi kita sebenarnya selalu tahu bahwa nafsu bisa menggerakkan kebinatangan dalam diri kita. Ia bisa membuat seorang pendiam menjadi pribadi berbeda ketika berada di ranjang. Ia juga bisa membuat seorang ibu rumah tangga super-ramah menjadi beringas tak kenal ampun.

Kebinatangan itu selalu menunggu pemicu setelah sekian lama dijinakkan. Ketika ia mencelat, sering kita terkaget dengan betapa dahsyat hal-hal yang ditimbulkannya.

Saya ingin bersimpati pada Candy. Ia merasakan ada yang tak beres dengan pernikahannya dan ia mencari solusi. Ia tak menghakimi suaminya atau marah-marah tak ada juntrungan. Meski salah, ia mencari jalan dengan caranya sendiri untuk menyelamatkan pernikahannya.

Perselingkuhan dengan kesepakatan khusus yang dijalaninya ternyata tak sukses karena kita bukan robot yang tak punya perasaan. Sebegitu kuatnya kita menahan diri, ketika perasaan itu muncul, maka kita tak menjadi diri kita sendiri.

CERMIN: Seperti Dendam, Perselingkuhan Harus Dibayar Tuntas

Foto: Disney+

Saya juga ingin bersimpati pada Betty. Hidupnya sudah terasa sulit sejak ia dipecat dari tempatnya mengajar. Ditambah lagi ia mesti membesarkan dua anak seorang diri, seorang di antaranya masih bayi, dengan suami yang sering bertugas ke luar kota. Ia nyaris tak punya kehidupan sosial, ia terkungkung dalam penjara bernama rumah tangga.

Miniseri Candy: A Death in Texasyang tayang di Disney+ secara cemerlang membangkitkan banyak emosi dan empati kepada para karakter-karakternya. Mereka semua adalah manusia yang mudah sekali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Candy bisa saja ada di Citayam, Betty juga dengan mudah bisa ditemukan di Bojongsoang. Mereka adalah manusia yang bergulat dengan masalah-masalah nyata yang memperlihatkan betapa kompleksnya manusia dalam memahami kemanusiaannya.

Baca Juga: 5 Sosok Antagonis Drama Korea yang Pesonanya Kalahkan Pemeran Utama

Tapi jadinya adalah ambigu. Kita nyaris susah untuk berada di sisi Candy atau Betty. Betul, pembunuhan adalah pembunuhan, tapi tidakkah kita tergelitik ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di TKP?

Betul, pembunuhan adalah pembunuhan, tapi apakah yang terlihat di TKP sesuai dengan yang sesungguhnya terjadi?

Di sisi ini, Nick Antosca dan Robin Veith selaku kreator menyerahkan kepada kita, para penonton. Apakah kita akan memihak pada Candy, Betty, atau kepada kebenaran yang punya versinya masing-masing?



CANDY: A DEATH IN TEXAS
Produser: Mitch Engel
Sutradara: Michael Uppendahl, Jennifer Getzinger, Benjamin Semanoff, Tara Nicole Weyr
Penulis Skenario: Elise Brown, Robin Veith, Brett Johnson, David Matthews
Pemain: Jessica Biel, Melanie Lynskey, Pablo Schreiber

Ichwan Persada
Sutradara/produser/penulis skenario, pernah menjadi dosen di Universitas Padjajaran dan SAE Institute
halaman ke-1
Share: