alexametrics
Podcast, Mainan Baru Anak Milenial
Podcast, Mainan Baru Anak Milenial
Podcast jadi media baru bagi mahasiswa untuk menyebarkan pendapat sambil berbagi ilmu dengan para pendengarnya. Foto/rachelcorbett.com.au
Jakarta - Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, media untuk berekspresi pun semakin bermunculan. Di internet misalnya, setelah sebelumnya ada blog dan vlog, kini muncullah podcast.

Podcast merupakan hasil 'ocehan' berbentuk audio atau video yang mengacu pada satu tema atau adanya suatu episode program. Biasanya, para milenial lebih menyukai tema yang ringan-ringan alias hiburan.

Sepintas podcast hampir mirip dengan radio. Namun, bedanya podcast cenderung lebih mudah dalam pembuatannya dan dapat didengarkan secara gratis serta dapat memilih topik apa yang ingin didengarkan.



Podcast yang mulai tren sejak 2018 ini digandrungi pula oleh para mahasiswa. Tak hanya sebagai pendengar, banyak mahasiswa membuat podcast dengan kreatif. 

Suara Teh Jasmine salah satunya yang memulai sejak Maret 2019. Ini merupakan podcast yang terdiri dari 22 perempuan muslimah berasal dari salah satu universitas negeri di Bandung.

Berawal dari ramainya sosial media seperti Instagram yang membahas tentang podcast, mereka lalu tertarik untuk memulainya.

Bahasan dalam podcast mereka pun sesuai dengan para follower di Instagram mereka @tehjasmineunpad, yaitu perempuan berusia mulai dari 17 tahun.

Tema yang mereka bahas dalam podcast yaitu ngobrol bersama tim Jasmine, bedah tulisan, kesehatan mental, ngobrol bareng teman halal, dan temu tokoh.

Podcast, Mainan Baru Anak Milenial
Grafis: Susilo

Fira, salah satu personel podcast Suara Teh Jasmine ini mengaku bahwa proses dalam membuat podcast sangatlah sederhana dan mudah.

"Prosesnya mudah kok, kita buat konsep, ketemuan, rekaman dengan audio handphone, edit, dan upload ke platform anchor.fm. Dua sampai tiga jam kemudian podcast kita ada di Spotify," ujar Fira.

Dengan durasi podcast 30 menit hingga satu jam, hingga kini, podcast Suara Teh Jasmine sudah ada 13 episode dan sedang proses untuk episode ke-14.

Ada keseruan yang mereka rasakan saat menjadi podcaster, yaitu jadi belajar dan mengetahui hal baru, serta dapat saling memahami satu sama lain.

Di belakang itu, ada kendala yang terkadang mereka rasakan, yaitu banyaknya personel dan terdiri dari berbagai usia serta fakultas, membuat mereka sulit untuk menyatukan jadwal rekaman.

Adapun Jasjus Podcast yang terdiri dari Bagas dan Ferdiansyah, dua mahasiswa swasta di Jakarta, memulai podcast sejak Agustus 2019.

Berawal dari mengikuti seminar tentang podcast dari Box2BoxID di Kuningan, Jakarta, mereka pun membuat podcast dengan bahasan real life yang sesuai dengan kehidupan mereka serta berkaitan erat dengan pendengar.

Terinspirasi dari podcast Rapot, Lunatic Podcast, dan Do You See What I See, mereka membuat podcast diselingi dengan komedi agar menjadi pemanis untuk para pendengar. Kini, Jasjus Podcast sudah memiliki 4 episode.

"Karena kami baru, tapi kami mau terus bikin podcast dan berharap Jasjus Podcast dapat masuk ke 200 Top Chart di Spotify," ujar Bagas.

Dessy Astuti dan Nyayu Bela Aldia
GenSINDO
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Politeknik Negeri Jakarta



(her)
Redaksi SINDOnews
SINDOnews
Artikel Terkait
View More
KOMENTAR (pilih salah satu dibawah ini)
loading gif
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...
    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel.
    dalam bentuk word dengan panjang tulisan 4000 karakter.
    sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.
    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke : gensindo.mail@gmail.com
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss