Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya

Jika pertanyaan yang diberikan menguji kemampuan berpikir kritis, ada kemungkinan kamu diberikan waktu sebelum menjawab. Apabila tidak diberikan, kamu bisa mengisi momen berpikir dengan mengulang pertanyaan terlebih dahulu atau membangun narasi singkat sebelum menyampaikan jawaban.

Sekiranya kamu memang membutuhkan waktu untuk berpikir, sampaikan kepada pewawancara, “Kebetulan sebelumnya saya belum mempunyai pengalaman bekerja, jadi hal ini belum pernah saya alami sebelumnya. Saya tidak ingin memberikan jawaban yang asal dalam konteks ini, mohon saya diberikan waktu untuk berpikir sejenak,” kata Izza memberikan saran.

4. PERHATIKAN KOMUNIKASI NONVERBAL

Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya

Foto: Freepik

"Don’t judge a book by its cover" tampaknya tidak berlaku dalam wawancara kerja. Suka atau tidak, visual akan menjadi salah satu penilaian. Namun jangan salah paham dulu. Yang dimaksud di sini adalah cara kamu berpakaian, menata rambut atau kerudung, dan kepercayaan diri. Kemudian kamu juga perlu memerhatikan bahas tubuh dan kontak mata saat wawancara nanti.

Agar dapat tampil secara maksimal, Izza merekomendasikan sebelum wawancara sebaiknya mempersiapkan diri dengan tidur yang cukup, minum air yang banyak, dan kenakan pakaian yang nyaman serta terbaik versi kamu.

Baca Juga: 10 Kalimat Bijak Suga BTS untuk Bantu Kamu Jalani Masa Muda

5. BANYAK BERLATIH

Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya

Foto: Freepik

Practice makes perfect! Dalam hal public speaking teori harus diimbangi dengan praktik. Semakin banyak berlatih, maka akan semakin mahir. Kamu bisa mengawalinya dengan mencari pertanyaan yang umum ditanyakan saat wawancara kerja dan berlatih dengan teman. Izza menganjurkan saat latihan harus direkam dengan video, agar bisa menjadi bahan mengevaluasi baik dari verbal maupun nonverbal.

Selain itu ikuti pelatihan-pelatihan, “Dengan mengikuti pelatihan kita mengetahui hal penting yang awalnya tidak kita sadari. Contohnya, dulu kita saat wawancara berpikir bagaimana menjawab pertanyaan dengan baik. Dengan pelatihan jadi tahu kalau komukasi nonverbal tidak kalah penting, seperti cara berpakaian,” pungkasnya.

Perlu diingat bahwa wawancara merupakan kesempatan yang sangat berarti. Tidak semua orang berhasil mencapai tahap ini. Karena itu, manfaatkan waktu yang ada untuk berlatih dan mempersiapkannya semaksimal mungkin. Belum tentu kesempatan ini akan datang dua kali. Selamat berjuang!

Fathimah Waqaarah Siregar
Kontributor GenSINDO
Universitas Indonesia
Instagram: @wforwoodley


(ita)
halaman ke-2
Share: