Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya

Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya
Tahap wawancara kerja adalah bagian yang sangat krusial karena kamu dituntut mampu berkomunikasi dengan baik dengan pihak perusahaan. Foto/Freepik
JAKARTA - Tahap wawancara merupakan salah satu kabar menggembirakan bagi para pelamar kerja. Karena artinya kamu menjadi kandidat yang diperhitungkan untuk bergabung dalam sebuah perusahaan atau lembaga.

Namun, apakah kamu termasuk orang yang sering berhenti pada tahap wawancara lalu tak pernah dipanggil lagi? Atau saat mendekati wawancara mendadak gugup dan cemas?

Sebenarnya gagal pada tahap wawancara dan perasaan gugup merupakan hal yang umum terjadi. Maka dari itu, untuk mengatasinya ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan dengan maksimal sebelum wawancara nanti, salah satunya kemampuan berbicara di depan umum alias public speaking.

Public speaking sering kali diartikan dengan proses komunikasi verbal di depan khalayak banyak. Padahal nyatanya public speaking merupakan kemampuan berbicara secara efektif dan efisien yang mencakup komunikasi verbal dan nonverbal, sehingga kemampuan ini wajib kamu kantongi untuk menyukseskan jalannya wawancara.



Nah, agar mendapatkan hasil wawancara yang prima, simak tips public speaking saat wawancara dari Izzaty Zephaniah selaku Pendiri Tutur Indonesia serta konsultan kehumasan yang berkecimpung di dunia public speaking.

1. PERSIAPKAN JAWABAN YANG UMUM DITANYAKAN SAAT WAWANCARA, TAPI JANGAN SAMPAI MENGULANG ISI CV

Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya

Foto: Freepik



Saat wawancara, umumnya ada beberapa pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh pewawancara, misalnya “Ceritakan tentang diri Anda”. Namun, kamu harus memerhatikan jawaban yang hendak disampaikan. Menurut Izza, jangan sampai mengulang hal-hal yang sudah tertera di CV atau Linkedin. “HR pasti sudah mempelajari CV kamu sampai akhirnya dipanggil untuk wawancara,” tuturnya.

Agar komunikasi lebih cair, kamu bisa memulai memperkenalkan diri diikuti dengan menyebutkan nama panggilan. Sampaikan pula hal yang menarik, salah satunya kenapa kamu cocok dan tertarik dengan perusahaan tersebut. “Jika ingin menyebutkan latar belakang pendidikan juga boleh, tapi ini lebih sebagai penekanan untuk meyakinkan bahwa kita cocok dengan posisi tersebut,” tambah Izza.

Izza juga memberikan tips bahwa memperkenalkan diri dapat dilakukan dengan menjabarkan poin-poin mengenai diri kamu yang sejalan dengan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Buku tentang Pengembangan Diri, Kamu Sudah Baca?

2. JADILAH DIRI SENDIRI

Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya

Foto: Freepik

Menjadi diri sendiri dan jujur akan membantu kamu lancar dalam menjawab pertanyaan dan mengurangi kegugupan saat berbicara. Jika merasa tidak kompeten atau tidak mengetahui, sampaikan kepada pewawancara dan akui secara terbuka, tetapi Izza menekankan bahwa cara penyampaiannya harus dengan elegan.

Kamu bisa memulainya dengan menunjukkan keinginan untuk belajar , “Saya sangat familiar dengan software Photoshop, tetapi saya belum punya pengalaman dalam mengoperasikannya. Namun, saya tertarik untuk belajar menggunakan Photoshop, maka dari itu saya akan mencari tahu lebih banyak," kata Izza memberi contoh.

"Jika saya diterima, saya akan berusaha lebih maksimal lagi agar mampu menggunakan software tersebut,” imbuh Izza.

Sebaliknya, semisal hal yang diminta memang di luar kemampuanmu dan tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki, Izza menyarankan untuk mengakuinya saja dengan jujur dan tidak memaksakan diri.

3. CARA MENJAWAB PERTANYAAN DENGAN EFEKTIF DAN EFISIEN

Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya

Foto: Freepik

Menjawab pertanyaan secara efektif dan efisien dapat dilakukan dengan cara langsung menjawab ke inti pertanyaan. Ini bisa dimulai dengan menggunakan pertanyaan yang diberikan sebagai kalimat pembuka, sekaligus menjadi cara untuk mengingat pertanyaan sehingga jawaban yang diberikan tidak bertele-tele.

Jika pertanyaan yang diberikan menguji kemampuan berpikir kritis, ada kemungkinan kamu diberikan waktu sebelum menjawab. Apabila tidak diberikan, kamu bisa mengisi momen berpikir dengan mengulang pertanyaan terlebih dahulu atau membangun narasi singkat sebelum menyampaikan jawaban.

Sekiranya kamu memang membutuhkan waktu untuk berpikir, sampaikan kepada pewawancara, “Kebetulan sebelumnya saya belum mempunyai pengalaman bekerja, jadi hal ini belum pernah saya alami sebelumnya. Saya tidak ingin memberikan jawaban yang asal dalam konteks ini, mohon saya diberikan waktu untuk berpikir sejenak,” kata Izza memberikan saran.

4. PERHATIKAN KOMUNIKASI NONVERBAL

Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya

Foto: Freepik

"Don’t judge a book by its cover" tampaknya tidak berlaku dalam wawancara kerja. Suka atau tidak, visual akan menjadi salah satu penilaian. Namun jangan salah paham dulu. Yang dimaksud di sini adalah cara kamu berpakaian, menata rambut atau kerudung, dan kepercayaan diri. Kemudian kamu juga perlu memerhatikan bahas tubuh dan kontak mata saat wawancara nanti.

Agar dapat tampil secara maksimal, Izza merekomendasikan sebelum wawancara sebaiknya mempersiapkan diri dengan tidur yang cukup, minum air yang banyak, dan kenakan pakaian yang nyaman serta terbaik versi kamu.

Baca Juga: 10 Kalimat Bijak Suga BTS untuk Bantu Kamu Jalani Masa Muda

5. BANYAK BERLATIH

Mau Lancar Bicara saat Wawancara Kerja? Ini Tips Kuasai Public Speaking-nya

Foto: Freepik

Practice makes perfect! Dalam hal public speaking teori harus diimbangi dengan praktik. Semakin banyak berlatih, maka akan semakin mahir. Kamu bisa mengawalinya dengan mencari pertanyaan yang umum ditanyakan saat wawancara kerja dan berlatih dengan teman. Izza menganjurkan saat latihan harus direkam dengan video, agar bisa menjadi bahan mengevaluasi baik dari verbal maupun nonverbal.

Selain itu ikuti pelatihan-pelatihan, “Dengan mengikuti pelatihan kita mengetahui hal penting yang awalnya tidak kita sadari. Contohnya, dulu kita saat wawancara berpikir bagaimana menjawab pertanyaan dengan baik. Dengan pelatihan jadi tahu kalau komukasi nonverbal tidak kalah penting, seperti cara berpakaian,” pungkasnya.

Perlu diingat bahwa wawancara merupakan kesempatan yang sangat berarti. Tidak semua orang berhasil mencapai tahap ini. Karena itu, manfaatkan waktu yang ada untuk berlatih dan mempersiapkannya semaksimal mungkin. Belum tentu kesempatan ini akan datang dua kali. Selamat berjuang!

Fathimah Waqaarah Siregar
Kontributor GenSINDO
Universitas Indonesia
Instagram: @wforwoodley


(ita)
Share: