Cara Memilih Pekerjaan Berdasarkan Kepribadian Menurut Psikolog

Cara Memilih Pekerjaan Berdasarkan Kepribadian Menurut Psikolog
Memilih pekerjaan ada baiknya disesuaikan juga dengan kepribadianmu agar hasil kerja bisa maksimal. Foto/Shutterstock
JAKARTA - Banyaknya teori mengenai kepribadian kadang membuat orang merasa bingung mengenai kepribadian yang sesuai dengan mereka, terlebih dalam lingkup pilihan pekerjaan.

Namun, menurut psikolog kepribadian Danastri Cintantya, M.Psi, jika menggunakan teori kepribadian Big-Five Personality dari Lewis Goldberg. maka ada lima tipe kepribadian.

Lima tipe tersebut, yaitu Openness to experience (terbuka pada hal-hal baru), Conscientiousness (sifat berhati-hati, teratur, displin atau teliti), Extraversion (ekstrover), Agreeableness (simpati, empati tinggi dan mudah percaya dengan orang), danNeuroticism/emotional stability (memiliki penanganan/coping stres yang baik, percaya diri dan memiliki regulasi diri yang baik).

Cara Memilih Pekerjaan Berdasarkan Kepribadian Menurut Psikolog

Foto: Adioma



Menurut Danastri, tipe kepribadian ini akan berhubungan dengan pilihan pekerjaan , yang ujungnya akan berdampak pada kebahagiaan seseorang. Orang yang salah memilih pekerjaan akan memberikan dampak buruk, baik bagi dirinya atau perusahaan. Ini mengakibatkan kurangnya produktivitas dalam bekerja, kebosanan, hingga stres.

Nah, untuk meminimalisir hal tersebut, kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog mengenai tes kepribadian, minat dan bakat, atau tes siap kerja. Selain itu, kamu bisa mencari tes-tes psikologi yang kredibel secara daring. Yang terpenting ialah meningkatkan kesadaran diri, dengan cara melakukan evaluasi diri dan berbicara pada diri sendiri.

Baca Juga: 10 Cara Jitu Supaya Kamu Disukai Banyak Orang!

Untuk kamu yang sudah bekerja, untuk mengetahui apakah pekerjaan tersebut cocok dengan kepribadianmu, maka coba ketahui produktivitas pekerjaanmu, apakah berjalan lancar atau tidak. Ukur juga tingkat kebahagiaanmu, apakah bahagia atau malah sering merasa stres. Selain itu, apakah kamu turut berkembang atau tidak dalam pekerjaan tersebut.

Sementara dalam hal budaya organisasi, kalau kamu mau bekerja di perusahaan rintisan (startup), maka kamu harus siap dengan budaya yang dinamis dan tangkas. Kamu juga harus siap terbuka pada hal-hal baru, sikap ingin belajar, suka tantangan dan perubahan. Namun, harus disesuaikan kembali dengan tanggung jawab dalam perusahaannya.
halaman ke-1
Share: