Girls in Tech Indonesia Dapat Beasiswa untuk Dukung Perempuan dalam Industri Teknologi

Girls in Tech Indonesia Dapat Beasiswa untuk Dukung Perempuan dalam Industri Teknologi
Girls in Tech Indonesia mendapat beasiswa dari Education New Zealand sebagai program pemberdayaan perempuan dalam bidang teknologi. Foto/Girls in Tech Indonesia
JAKARTA - Education New Zealand tahun ini mendukung berbagai program Girls in Tech Indonesia untuk pemberdayaan perempuan dalam bidang teknologi.

Girls in Tech Indonesia adalah organisasi global yang fokus pada pendidikan dan pemberdayaan perempuan dalam teknologi .

Setelah Arisan Digital, pada akhir tahun ini akan ada program beasiswa yang bertujuan memberikan kesempatan kepada anggota Girls in Tech Indonesia dan juga masyarakat umum untuk bisa memulai karier dan meningkatkan kemampuannya dalam dunia digital dan teknologi.

Caranya adalah dengan memberikan akses langsung ke berbagai kursus daring secara komprehensif yang diselenggarakan oleh Hacktiv8.



Program beasiswa ini akan dibuka pendaftarannya pada 1 Desember 2020 dan akan dipilih 15 orang sebagai penerima beasiswa.

Adapun tiga program beasiswa yang akan diberikan antara lain adalah Introduction to Phyton, Front End Web Development, dan Introduction to Programing.

Tujuan dari program ini, selain memberikan dukungan dan pemberdayaan kepada 15 penerima beasiswa yang akan memulai kareir atau meningkatkan kemampuan dalam bidang teknologi, juga diharapkan bisa memberikan inspirasi dan memberdayakan lebih banyak lagi perempuan dan generasi muda yang punya minat dan potensi.



Girls in Tech Indonesia Dapat Beasiswa untuk Dukung Perempuan dalam Industri Teknologi

Foto: Girls in Tech Indonesia

“Kami menargetkan 1.500 perempuan bisa terinspirasi dan berdaya dari program ini. Dengan cara, kami mengajak ke-15 penerima beasiswa, nantinya untuk memberikan masing-masing satu kelas terkait dengan project yang mereka buat," ujar Nafinia Putra selaku Co-Managing Director Girls in Tech Indonesia.

"Semakin banyak yang bisa mendapat inspirasi, maka akan semakin membuka kesempatan perempuan-perempuan Indonesia berkarier di bidang teknologi. Kami dalam program ini juga mengutamakan anggota kami, namun ada kesempatan juga bagi publik secara umum,” imbuhnya.

Girls in Tech Indonesia (GIT ID) adalah salah satu cabang Girls in Tech global yang didirikan oleh Adriana Gascoigne pada 2007 di San Fransisco, Amerika Serikat. (Baca Juga: Enheduanna: Putri Raja, Pendeta, dan Penyair Perempuan Pertama di Dunia )

Girls in Tech di Indonesia sudah mulai berjalan sejak 2011, diinisiasi pertama kali oleh Aulia Halimatussadiah, Co-Founder dan CMO Storial.co yang juga merupakan Co-Managing Director Girls in Tech Indonesia dan Anantya Van Bronckhorst, Co-Founder Think.Web, yang merupakan rekannya saat itu.

Girls in Tech Indonesia hadir menjadi sebuah komunitas berbasis sukarelawan (volunteer-based community).

Fokus utama Girls in Tech Indonesia adalah memandu (mentorship) dan pemberdayaan perempuan dalam dunia teknologi lewat serangkaian kegiatan antara lain workshop bulanan, bootcamp, danmentorship.

Education New Zealand merupakan badan pemerintah yang bertujuan untuk mempromosikan New Zealand sebagai tujuan studi dan mendukung pengiriman layanan pendidikan di New Zealand.

Education New Zealand bekerja dengan beragam industri, organisasi, dan perusahaan pendidikan yang mencakup enam sektor; antara lain sekolah, Lembaga Pelatihan Swasta (PTEs), Institut Teknologi dan Politeknik (ITP), universitas, serta layanan pendidikan lainnya.

Teknologi adalah sektor yang paling cepat berkembang dan merupakan industri berpenghasilan tertinggi per kapita. Pada tahun 2018, sektor teknologi New Zealand bernilai USD11 miliar, dengan mayoritas (USD8 miliar) berasal dari bisnis ekspor teknologi, khususnya, agritech dan blockchain yang disorot sebagai dua area dengan Selandia Baru bisa menjadi pusat inovasi global.

“Setelah mempelajari dengan seksama tentang tujuan Girls in Tech Indonesia, kami percaya bahwa kami memiliki fokus yang sama," ujarBen Burrowes, Manajer Regional Education New Zealand untuk Asia Timur.

"Kami sangat bangga dengan warisan pemberdayaan perempuan yang sudah berlangsung sejak abad ke-19 ketika kami menjadi negara pertama di dunia yang memberi perempuan hak untuk memilih. Teknologi memainkan peran besar dalam mengajar anak-anak muda dan kami sekarang memimpin seluruh dunia dalam mengedukasi siswa kami untuk mempersiapkan masa depan," kata Ben.

"Kesempatan ini sangat luar biasa bagi perempuan-perempuan Indonesia yang tertarik, memiliki minat dan potensi dalam teknologi.
Ini tentu akan membantu kemajuan teknologi di Indonesia, " imbuh Ben Burrowes.

Hactiv8 sebagai rekan penyelenggara easiswa ini merupakan program pembelajaran untuk pemula yang ingin menjadi seorang full stack developer.

Dengan kurikulum yang selalu diperbarui dengan perkembangan dan kebutuhan industri saat ini dan memiliki lebih dari 250 perusahaan rekanan yang siap merekrut lulusan Hacktiv8 setiap bulannya. (Baca Juga: Mengulik Makna Bucin alias Budak Cinta dari Perspektif Sains )

Mereka membentuk setiap siswa untuk punya growth mindset yang berguna untuk perkembangan karier pada masa depan dan seluruh siswa mendapat kesempatan untuk dibimbing oleh instruktur berpengalaman selama mengikuti proses pembelajaran.

(it)
Share: