Mengulik Makna Bucin alias Budak Cinta dari Perspektif Sains

Mengulik Makna Bucin alias Budak Cinta dari Perspektif Sains
Jadi bucin kelihatannya seru dan lucu, tapi sebenarnya bisa bikin hubungan jadi gak sehat. Foto/Unsplash
JAKARTA - Bucin atau kependekan dari budak cinta jadi frasa yang jadi tren hingga saat ini. Predikat ini diberikan buat seseorang yang rela melakukan apapun demi cinta atau pendeknya, sih, "menghamba pada kekasih".

Sebelumnya, mengutip dari ngobrolin.id, kata bucin dipopulerkan oleh dua orang kakak beradik Youtuber, yakni Andovi dan Jovi dalamkanal YouTube mereka, yakni SkinnyIndonesia24.

Bucin awalnya adalah sebuah julukan yang disematkan kepada Jovial hingga kemudian dikemas menjadi sebuah konten di YouTube.

Dalam sebuah penelitian lain mengungkapkan, bahwa seseorang kemungkinan besar menjadi bucin saat masa pacaran baru aja berjalan kurang dari tiga bulan.

Mengulik Makna Bucin alias Budak Cinta dari Perspektif Sains

Foto: photoart-huebner.de

Namun, kamu bisa juga menjadi bucin saat jatuh cinta dengan seseorang, meski belum berstatus saling memiliki. Waduh, belum resmi, tapi udah bucin!

Bucin dalam Kacamata Psikologi

Ada pepatah yang bilang bahwa "cinta itu buta", mungkin istilah ini yang paling mendekati kata bucin. Ketika menjadi budak cinta, kamu gak lagi bisa melihat seseorang dari kacamata yang logis, sehingga kamu menganggapnya sebagai seseorang yang sempurna dan berhak mendapatkan semua keinginannya.

Menurut teori psikologi Sigmund Freud, bucin bisa berarti seseorang yang sedang mengidealisasi orang lain secara sadar maupun tidak. Idealisasi ini ditandai dengan seseorang yangmencintai orang laindengan segenap jiwa dan raganya.

Akan tetapi, dari beberapa kasus, ketika rasa cinta terlalu besar, semua cara untuk berkorban demi pasangan akan dilakukan, sampai-sampai bisa melakukan tindakan yang di luar akal sehat. Kondisi seperti ini juga bisa disebut dengan codependent relationship.
halaman ke-1
Share: