Musim Kampanye, Pohon yang Dijadikan Papan Reklame Bisa Mati!

Musim Kampanye, Pohon yang Dijadikan Papan Reklame Bisa Mati!
Alat peraga kampanye (APK) pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan mulai ditertibkan. Foto/Hasan Kurniawan, SINDOnews
JAKARTA - Musim kampanye telah tiba. Meskipun pandemi COVID-19 belum usai, ternyata pemerintah tetap melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ).

Kampanye pada masa pandemi ini selain memakai cara modern dengan membuat akun media sosial, juga masih memakai cara klasik, yaitu memasang atribut kampanye seperti spanduk, poster dan banner dengan memaku pohon di sepanjang jalan. Waduh! Padahal pohon bukan papan reklame yang seenaknya dipaku.

Bahkan menurut Manajer Energi, Sampah, dan Perkotaan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Sawung, memaku pohon bisa bikin pertumbuhan pohon terganggu dan yang lebih parah, bisa bikin pohon mati.

Dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebenarnya sudah ada regulasi yang melarang kampanye dengan merusak lingkungan hidup seperti memaku pohon. (



Musim Kampanye, Pohon yang Dijadikan Papan Reklame Bisa Mati!

Foto: Irman Bagoseng/SINDOnews

Aturan tersebut ada dalam Peraturan KPU (PKPU) No. 23 Tahun 2018 dan Surat Edaran KPU No. 1.091 sebagai dasar penertiban serta Surat Keputusan (SK) No. 82 Tahun 2018 tentang Alat Peraga Kampanye (APK).

Seharusnya, calon kepala daerah dan tim suksesnya bisa berkampanye sesuai pada tempatnya dan gak merusak lingkungan. (Baca Juga: Lagu Buruh Tani jadi Mars saat Demo Omnibus Law, Begini Asal-usulnya )



Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (Kabid SDM) Pulihkan Tangsel, Bagas Octa Pribakti. Menurutnya, paku berpotensi menjadi titik masuk bakteri yang menyebabkan infeksi terhadap pohon.

Bekas tusukan paku menyebabkan kerusakan dalam bentuk kompartementalisasi.

Musim Kampanye, Pohon yang Dijadikan Papan Reklame Bisa Mati!

Foto:Yudhi/Okezone

Pohon akan mengalami gangguan proses fisik dan biologis dalam tubuh kalau ada benda asing tertanam. Ini bisa bikin proses fisiologi tanaman terganggu dan tekstur kayu berkurang.

Gak cuma itu, kekuatan kayu berkurang karena pohon jadi gampang terinfeksi penyakit seperti jamur, bakteri, serta kambium dalam batang pohon menjadi rusak. (Baca Juga: 5 Bentuk Diskriminasi yang Sering Terjadi di Indonesia )

Padahal kulit pohon adalah tameng dari batang pohon. Sedangkan batang adalah tempat sentral untuk pertumbuhan pohon. Dalam jangka panjang sangat mungkin pepohonan akan melemah, sehingga mudah tumbang dan mati.

Jadi, jangan heran kalau kita sering lihat pohon tiba-tiba tumbang di pinggir jalan, bisa jadi itu efek dari memaku pohon. (Baca Juga: Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis )

Anisa Khairani
Kontributor GenSINDO
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Instagram: @anisakh007

(it)
Share: