Psikologi

Telepsikiatri: Lebih Efektif daripada Konseling Langsung?

Telepsikiatri: Lebih Efektif daripada Konseling Langsung?
Konsultasi ke psikolog atau psikiater secara langsung bisa digantikan dengan telepsikiatri atau bahkan aplikasi. Foto/Shutterstock
Jakarta - Situasi di tengah pandemi kayaknya betul-betul membatasi ruang gerak manusia, apalagi kalau yang berhubungan dengan kegiatan tatap muka.

Konsultasi bersama dokter di klinik, beralih dengan hanya lewat usapan jari di ponsel. Begitupun kegiatan konseling yang biasa diberikan secara langsung oleh psikater maupun psikolog secara tatap muka, kini beralih juga jadi secara daring lewat aplikasi video kayak Zoom atau Google Meet.

Telepsikiatri adalah istilah yang tepat untuk kegiatan konseling yang dilakukan secara virtual. Menurut American Psychiatric Association, telepsikiatri tetap melibatkan interaksi langsung antara psikiater dan pasien.

Kegiatan konseling juga berlangsung interaktif seperti biasanya dan tetap akan ada pencatatan informasi medis untuk ditinjau kemudian hari.



Telepsikiatri: Lebih Efektif daripada Konseling Langsung?

Foto: Shutterstock

Mengutip wawancara Psychiatry Advisor bersama John Fortney, PhD, menurutnya telepsikiatri gak cuma mengurangi beban perjalanan, tapi bisa juga mengurangi stigma terhadap pasien saat melakukan perawatan dengan psikolog ataupun psikiater.

“Selain itu, kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan komunikasi dan koordinasi di antara penyedia layanan dan para spesialis kesehatan mental agar bisa memberi perawatan yang lebih holistik bagi pasien,” ujar John. (Baca Juga:Gangguan Psikologi yang Sering Dialami Idola K-Pop dan Rentan Buat Anak Muda)



Di sisi lain, melansir dari studi tim Cowan yang berjudul “ Barriers to Use of Telepsychiatry: Clinicians as Gatekeepers” telepsikiatri mengurangi kemampuan psikiater untuk mendeteksi petunjuk nonverbal selama konferensi video.
halaman ke-1 dari 2
Artikel Terkait
TULIS KOMENTAR ANDA!
Artikel Gen SINDO
  • Hai teman teman...

    Kami mengajak untuk mengembangkan bakat kamu menulis dengan mengirimkan artikel dalam bentuk word dengan panjang tulisan minimum 4000 karakter.

    Sertakan juga foto yang mendukung artikel kamu, identitas, serta foto terbaru kamu.

    Tunggu apalagi, segera kirim tulisan kamu ke :

    gensindo[dot]mail[at]gmail[dot]com
Terpopuler
  • Visit Our Page :
  • Facebook
  • Twitter
  • Rss