Apa Stereotip yang Paling Dibenci laki-Laki dan Perempuan?

Sabtu, 08 Mei 2021 - 16:00 WIB
Stereotip gender bukan hanya dialami para perempuan, tapi juga kaum pria. Foto/Shutterstock
JAKARTA - GenSINDO melakukan minisurvei secara daring pada 25-28 April 2021, dengan pertanyaan seputar stereotip gender .

Ada 89 responden yang menjawab, dengan jumlah 66,3% perempuan dan 33,7% laki-laki, dengan rentang usia 18-30 tahun. Berikut hasilnya.

1. PRIA TIDAK BOLEH MENANGIS



Foto: iStock



Sebanyak 48,3% laki-laki menganggap pendapat bahwa "pria tidak boleh menangis" menjadi hal paling menyebalkan dari stereotip gender yang dilekatkan pada kaum pria. Mereka beralasan, menangis adalah sebuah respons wajar kalau mereka merasa emosional. Kebanyakan dari mereka harus menahan emosi dan perasaan karena bentukan dari budaya yang menyebut laki-laki yang menangis berarti lemah.

Di posisi ke-2 dari stereotip menyebalkan adalah "laki-laki harus bisa diandalkan dalam berbagai situasi" (14,6%) dan ke-3 adalah "laki-laki tidak boleh memakai skincare" (10,1%).

2. PENDIDIKAN UNTUK PEREMPUAN TIDAK PENTING KARENA NANTINYA 'HANYA' JADI IBU RUMAH TANGGA



Foto: wfla.com

Sebanyak 37,1% perempuan menganggap bahwa meremehkan keinginan perempuan untuk meraih pendidikan setinggi mungkin adalah hal yang paling menyebalkan. Mereka beralasan bahwa justru pendidikan sangat penting karena bisa memberi mereka pedoman dalam menjalani kehidupan. Saat seorang perempuan memiliki pendidikan yang tinggi, maka ia juga akan bisa membawa diri dalam keluarga dan dapat menyelesaikan masalah tanpa harus bergantung pada laki-laki.

Di posisi ke-2 ada "perempuan harus cepat-cepat menikah" (27%) dan di posisi ke-3 "perempuan dilarang pulang malam" (7,9%).

Baca Juga: Tokoh dan Selebritas Pria Antimainstream, Dobrak Stereotip Gender

3. STEREOTIP GENDER MEMBATASI KEBEBASAN



Foto: Models

Sebanyak 78,7% responden merasa bahwa stereotip gender membatasi kebebasan karena membuat mereka tidak bisa mengekspresikan diri mereka seperti apa adanya. Mereka cenderung merasa tidak percaya diri karena nantinya akan dianggap tidak bisa memenuhi ekspektasi masyarakat pada dirinya.

Responden juga menganggap bahwa stereotip cenderung dipakai oleh orang yang malas berpikir dan picik, serta enggan membuka mata bahwa dunia begitu beragam dan setiap orang adalah unik.

Baca Juga: Masih Bingung? Ini Beda Misoginis dan Seksisme Menurut Ahli
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. SINDOnews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More