Sering Salah Duga, Ini Bedanya Introver, Asosial, dan Antisosial

Sering Salah Duga, Ini Bedanya Introver, Asosial, dan Antisosial
Introver punya banyak spektrum, termasuk di dalamnya asosial. Sementara antisosial justru ada dalam level yang berbeda. Foto/shutterstock
JAKARTA - Ada banyak anggapan soal introver, asosial, dan antisosial yang beredar di masyarakat. Seperti apa sebenarnya kepribadian-kepribadian ini? Ternyata gen juga berpengaruh!

Banyak orang beranggapan bahwa introver adalah orang yang pemalu. Tapi introver, istilah yang pertama kali dipopulerkan oleh psikiater asal Swiss dan perintis psikologi analitik Carl Gustav Jung, punya banyak spektrum.

Seorang introver secara garis besar bukanlah orang yang pemalu, pendiam, apalagi sombong. Bukan juga orang yang punya fobia sosial.

Sering Salah Duga, Ini Bedanya Introver, Asosial, dan Antisosial

Foto: didyouknow.com

Tapi kepribadian introver adalah orang yang cenderung nyaman dalam kondisi yang tenang dan punya energi yang lebih justru kalo dia sendirian.

Ini beda dengan pemalu. Pemalu adalah mereka yang merasa tertekan atau stres saat harus bertemu banyak orang. Ini adalah hasil dari pikiran negatif karena rasa gak pedean.

Sedangkan introver tetap bisa berinteraksi dengan baik dalam keramaian. Cuma, dia lebih senang untuk gak jadi pusat perhatian.

Sering Salah Duga, Ini Bedanya Introver, Asosial, dan Antisosial

Foto: amazon.com

Ada Pengaruh Genetika


Dr Marti Laney dalam bukunya, "The Hidden Gifts of the Introverted Child", menulis bahwa kepribadian ini dibentuk lewat faktor genetika. Ini berdasarkan pada pengumpulan beberapa penelitian neurologis terbaik tentang introver yang ditemuinya.

Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat introver atau ekstrover dipengaruhi genetika. Dari semua sifat kepribadian yang sudah dipelajari, introversi/ekstroversi adalah salah satu yang paling kuat secara turun-temurun.
halaman ke-1
Share: