Fobia atau Ketakutan Biasa? Ini Perbedaannya

Fobia atau Ketakutan Biasa? Ini Perbedaannya
Fobia atau takut, Mas? Cek dulu tulisan ini, ya. Foto/Istimewa
JAKARTA -
Fobia ketinggian atau cuma sekadar takut ketinggian? Perbedaannya cukup mendasar lho.

Pernah enggak sih kamu mendengar temanmu mengatakan kalau dia fobia ketinggian, fobia sosial, fobia ini-itu dan lain-lain? Apa sih bedanya ketakutan biasa dan fobia? Atau jangan-jangan sama aja. Sebelum menjudge diri sendiri perlu kita ketahui perbedaannya.

Para psikopatolog (ahli dalam studi tentang penyakit mental, tekanan mental, dan abnormal serta perilaku maladaptif) mendefinisikan fobia sebagai bentuk penolakan dalam taraf yang mengganggu. Sikap ini diperantarai oleh rasa takut yang berlebihan atau tidak proporsional jika dibandingkan dengan bahaya yang dikandung.

Selain itu, penderita fobia juga harus menyadari bahwa dirinya memang memiliki ketakutan yang tidak berdasar atau tidak realistis. Gejala seseorang yang memiliki fobia adalah sesak napas, badan gemetar dan berkeringat, rasa mual, dan pusing.



Terdapat 2 tipe fobia, yaitu fobia spesifik dan fobia sosial. Fobia spesifik merupakan ketakutan yang beralasan yang disebabkan oleh kehadiran suatu objek. Misalnya takut darah, binatang, dan lain-lain.

Sedangkan fobia sosial adalah ketakutan menetap dan tidak rasional yang umumnya berkaitan dengan keberadaan orang lain.

Sementara itu, rasa takut adalah respons normal ketika berhadapan dengan sesuatu yang mempunyai potensi menimbulkan bahaya.



Perbedaannya adalah jika seseorang mengalami fobia, secara spontan akan terlihat gejala-gejala fobia walaupun kondisinya ia tidak dipaparkan langsung dengan objek yang ditakuti. Hanya dengan memikirkan saja penderita fobia bisa merasakan ketakutan yang teramat sangat.

Sedangkan rasa takut terjadi hanya bila seseorang dipaparkan langsung dengan objek yang ditakuti tanpa mengeluarkan gejala-gejala yang berlebihan seperti penderita fobia.

Fobia juga sifatnya menetap, tapi bisa pulih dengan melakukan terapi. Namun, jangan karena merasa mengalami gejala-gelaja fobia seperti yang disebutkan langsung bisa mengatakan dirinya mengalami fobia.

Soalnya, sangat tidak mudah untuk mengatakan seorang mengalami fobia atau tidak tanpa informasi yang memadai dari ahlinya. Sebaiknya datanglah ke psikolog untuk menceritakan yang kamu alami sehingga bisa segera ditangani oleh profesional.

Wa Ode Imani Ismi
Kontributor Gen Sindo
Universitas Negeri Jakarta

Ismi bisa dihubungi di:
Facebook: Ismi WI
Instagram: Ismiwii


(her)
Share: