5 Drama Jepang Paling Sedih dan Menguras Air Mata, Siapkan Tisu!

5 Drama Jepang Paling Sedih dan Menguras Air Mata, Siapkan Tisu!
Drama Jepang paling sedih dan menguras air mata salah satunya adalah Mioka. Foto/NTV
JAKARTA - Drama Jepang paling sedih dan menguras air mata bisa jadi alternatif tontonanmu kalau kamu sedang ingin menangis sepuas hati.

Drama-drama Jepang ini punya penggambaran cerita yang seakan nyata, membuat kamu pun bisa ikut merasakan kesedihan yang dialami para karakternya. Karena itulah saat menontonnya kamu perlu menyiapkan tisu agar tidak repot saat nanti menangis tersedu-sedu.

Berikut ini lima drama Jepang paling sedang dan menguras air mata yang layak untuk ditonton.

1. Boku no Ita Jikan (2014)

5 Drama Jepang Paling Sedih dan Menguras Air Mata, Siapkan Tisu!

Foto: Fuji TV

Drama Jepang ini tayang di Fuji TV pada 8 Januari hingga 19 Maret dengan jumlah 11 episode. Boku no Ita Jikan dibintangi oleh Miura Haruma, Tabe Mikako, dan Yamamoto Mizuki.

Serial ini berpusat pada Sawada Takuto, yang memiliki beban berat saat orang tuanya menginginkan dirinya untuk menjadi dokter. Namun orang tuanya cenderung lebih perhatian kepada adik-adiknya.

Menghadapi dilema hidup, Sawada justruk mengidap Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Mengetahui hidupnya tidak lama lagi, dia memulai perjalanan untuk mengubah hidupnya jadi lebih baik.

2. Oshin (1983-1984)

5 Drama Jepang Paling Sedih dan Menguras Air Mata, Siapkan Tisu!

Foto: NHK

Oshin tayang pada 4 April 1983 hingga 31 Maret 1984. Drama Jepang ini dibintangi Tanaka Yuuko, Kobayashi Ayako, Otowa Nobuko, dan Namiki Shiro.

Oshin berkisah tentang seorang gadis dari keluarga miskin di pedesaan. Kesulitannya dalam hidup sudah dimulai sejak kecil. Dia pernah dikirim menjadi pelayan ke keluarga lain karena tekanan ekonomi keluarganya.

Selain itu, dalam kondisi yang tidak menguntungkan, dia sempat berada di rumah bordil sebelum akhirnya bisa sukses dan menjadi pemilik supermarket.

3. 1 Litre no Namida (2005)

5 Drama Jepang Paling Sedih dan Menguras Air Mata, Siapkan Tisu!

Foto: Fuji TV

Drama ini tayang di Fuji TV pada 11 Oktober hingga 20 Desember dengan jumlah 11 episode. Pemeran 1 Litre no Namidaada SawajiriErika, Nishikido Ryo, Yakushimaru Hiroko, dan Narumi Riko.

1 Litre no Namida berkisah tentang Ikeuchi Aya, seorang gadis berusia 15 tahun yang berasal dari keluarga biasa. Menjelang masuk jenjang SMA, hal-hal aneh terjadi pada Aya seperti sering jatuh dan berjalan aneh.

Setelah membawanya ke dokter, ternyata Aya menderita degenerasi spinocerebellar. Ini adalah penyakit langka dengan kondisi otak kecil memburuk dan membuat pengidapnya tidak bisa melakukan aktivitas seperti orang normal.

Baca Juga: 5 Drama Jepang Rating Tertinggi versi IMDb

4. Beautiful Life (2000)

5 Drama Jepang Paling Sedih dan Menguras Air Mata, Siapkan Tisu!

Foto: TBS

Beautiful Life tayang di TBS pada 16 Januari hingga 26 Maret dengan jumlah 11 episode. Serial ini dibintangi oleh Kimura Takuya, Tokiwa Takako, Watabe Atsuro, dan Hara Chiaki.

Drama Jepang ini berkisah tentang Kyoko Machida, seorang perempuan muda yang semangat menjalani hidup meski harus berada di kursi roda karena sakit. Singkat cerita, dia bertemu Shuji Okishima, seorang penata rambut majalah mode yang populer.

Seiring kebersamaan keduanya, mereka saling jatuh cinta. Namun, kakak dari Kyoko yang protektif mulai menguji batas cinta keduanya. Selain itu, dia juga mengancam untuk mengakhiri kehidupan indah mereka.

Baca Juga: 5 Drama Korea yang Ending Ceritanya Mendadak Diubah

5. Mioka (2010)

5 Drama Jepang Paling Sedih dan Menguras Air Mata, Siapkan Tisu!

Foto: NTV

Drama ini tayang pada 10 Juli hingga 18 September dengan jumlah 10 episode. Mioka dibintangi oleh Hayashi Kento, Yoshitaka Yuriko, dan Mizusawa Erena.

Drama Jepang ini berkisah tentang Hashimoto Taichi yang bertemu dengan seorang gadis cantik bernama Mioka. Tertarik kepadanya, Taichi lalu mengetahui kebenaran yang mengejutkan.

Mioka terkena penyakit otak yang tidak bisa disembuhkan. Pada akhirnya, Mioka menjalani hidupnya sampai akhir dan Taichi dengan sepenuh hati menjadi saksi keberadaannya di dunia ini bersama cinta tulusnya.


(ita)
Share: