Review Peter Rabbit 2: The Runaway: Plot Ringan, Sarat Moral

Review Peter Rabbit 2: The Runaway: Plot Ringan, Sarat Moral
Peter Rabbit 2: The Runaway memang cocok untuk anak-anak. Film ini absurd, aneh, tapi tetap menghibur. Nilai moral di film ini bisa menjadi pembelajaran. (Foto: Sony Pictures)
Lagi mencari tontonan ringan, menghibur tapi sarat pesan moral? Peter Rabbit 2: The Runaway adalah jawabannya. Film ini ringan karena ditujukan untuk semua umur, tapi tetap sarat dengan nilai moral tentang keluarga.

Sekuel Peter Rabbit, film ini melanjutkan petualangan Peter dan teman-temannya di sebuah pedesaan di pinggiran Inggris. Di film ini, Bea dan Thomas akhirnya menikah. Peter, Benjamin, Mopsy, Flopsy dan Cotton Tail menjadi pengiring pengantin. Peter bahkan menjadi pembaca cincin Thomas.

Namun, hubungan Peter dan Thomas masih belum membaik. Mereka masih sering berselisih. Peter kesal ketika selalu disebut nakal oleh Thomas. Di sisi lain, buku cerita Bea tentang Peter dan kawan-kawannya laris manis. Sebuah penerbitan besar tertarik untuk mempublikasikannya dalam skala besar.

Baca Juga: Demi Nama Baik Kampus, Film Pahit tentang Korban Kekerasan Seksual oleh Dosen

Penerbit itu menjanjikan banyak hal untuk franchise Peter karya Bea. Mereka mengajak Bea dan keluarganya ke kota. Di sana, Peter bertemu Barnabas, kelinci tua berandalan yang suka mencuri. Peter yang benci keluarganya karena Thomas akhirnya mengikuti Barnabas. Bersama Barnabas dan teman-temannya, Peter menemukan dirinya tidak lagi disebut nakal. Dia merasa menemukan “keluarga” sejatinya.
Review Peter Rabbit 2: The Runaway: Plot Ringan, Sarat Moral

Sebagai film yang menyasar keluarga, terutama anak-anak, Peter Rabbit 2: The Runaway memang pas untuk mereka. Cerita ringan, gambarnya menarik dan adegan-adegannya pun seru. Film ini juga bisa jadi sangat lucu untuk anak-anak dan orang kebanyakan.

Namun, dari semua karakter di film ini, Peter adalah karakter yang paling tidak lucu di antara semua. Dia egois, selalu ingin jadi bintang dan selalu membuat masalah. Tingkahnya cenderung menjengkelkan, bukan lucu. Jadi, Peter bukanlah kekuatan sebenarnya di film ini.

Sumber hiburan di film ini justru datang dari karakter lain. Cotton Tail yang sangat suka makanan manis, atau kembar Mopsy dan Flopsy yang selalu menggoda satu sama lain. Tapi, kickers di sini adalah ayam jago dan keluarganya di rumah Bea.

Adegan ayam jago yang merasa paling berjasa sedunia ini adalah salah satu paling lucu di antara yang lain. Selain itu, Tod si Rubah juga merupakan salah satu karakter terkonyol di film ini. Di film ini, Tod bisa jogging dengan dua kaki di belakangnya.
Review Peter Rabbit 2: The Runaway: Plot Ringan, Sarat Moral

Yang menonjol dari film ini adalah pesan moralnya. Kadang orang tidak memahami kalau mereka memiliki segalanya, tapi masih mengejar sesuatu yang terlihat lebih gemerlap di luar sana. Ketika yang ada di luar itu tidak seindah kelihatannya, kadang semuanya sudah terlambat. Intinya, selalulah bersyukur dengan apa yang kalian miliki sekarang.

Karakter manusia di film ini menjadi pendukung yang lumayan untuk membentuk benang merah antara apa yang dialami Peter dan Bea. Jika Peter tidak mensyukuri apa yang telah dia dapatkan, Bea dibuat mabuk kepayang dengan imajinasi gemerlapnya pundi-pundi uang yang akan dia dapatkan dari penjualan bukunya. Pada akhirnya, Bea sadar, hidupnya sudah penuh berkah.

Baca Juga: Film Beyond The Lake Trunyan, Kapal yang Berlayar ke Negeri Kematian

Peter Rabbit 2: The Runaway memang cocok untuk anak-anak. Film ini absurd, aneh, tapi tetap menghibur. Nilai moral yang diangkat film ini bisa menjadi pembelajaran. Setidak menariknya Peter sebagai karakter utama, bisa tertutupi dengan kehadiran karakter lain yang lebih bisa menarik gelak tawa penonton.

Peter Rabbit 2; The Runaway sudah tayang di bioskop. Selalu patuhi protokol kesehatan selama berada di bioskop! Selamat menyaksikan!


(alv)
Share: