Karakter Kuat Ini Terkonfirmasi Tewas Bunuh Diri di Eternals

Karakter Kuat Ini Terkonfirmasi Tewas Bunuh Diri di Eternals
Salah satu karakter terkuat Marvel yang baru saja diperkenalkan di Marvel Cinematic Universe (MCU) lewat Eternals terkonfirmasi telah tewas akibat bunuh diri. (Foto: Marca.com)
Eternals meninggalkan banyak pertanyaan setelah film itu berakhir. Nasib sejumlah karakter di film itu tidak jelas dan bahkan ada satu yang menjadi perdebatan orang yang telah menontonnya. Sebagian menyebut dia sudah mati, tapi ada juga yang mengatakan dia masih hidup. Siapa?

Peringatan: Artikel ini mengandung spoiler film Eternals!

Karakter yang menjadi perdebatan itu adalah Ikaris (Richard Madden). Diperkenalkan sebagai pahlawan terkuat di Eternals dengan kekuatan yang menyamai Superman dari DC, nasib karakter ini menjadi tanda tanya setelah Eternals berakhir. Di film itu, Ikaris terlihat pergi, terbang meninggalkan bumi setelah Eternals menggagalkan kelahiran (Emergence) Celestial Tiamut.Pada adegan akhir itu, Ikaris terbang terlalu dekat dengan matahari.

Sepanjang Eternals, Ikaris adalah seorang prajurit yang loyal pada perintah Arishem. Dia bahkan membunuh Ajak (Salma Hayek) dan melawan teman-temannya yang berusaha menghentikan kelahiran Tiamut. Namun, Ikaris gagal menghentikan teman-temannya itu.

Baca Juga: 10 Superhero dengan Disabilitas yang Tampil di Film Marvel

Kalah dan merasa bersalah, Ikaris akhirnya bunuh diri. Kepastian tewasnya Ikaris karena bunuh diri ini telah dikonfirmasi salah satu penulis Eternals, Kaz Firpo. Dia menyampaikan konfirmasi ini dalam sebuah wawancaranya dengan CBR.
Karakter Kuat Ini Terkonfirmasi Tewas Bunuh Diri di Eternals

“Apakah titik cair seorang Eternal? Seberapa lama waktu yang benar-benar dibutuhkan untuk mencairkan seorang robot Eternal? Untuk apakah itu bermakna… yah, selalu seperti itu. Dia tidak bisa menghadapi keluarganya setelah apa yang dia lakukan, yang dia sadari,” kata Kaz.



“Saya rasa Ikaris bahkan tidak merasa kalau dia salah. Saya rasa dia hanya punya banyak penyesalan. Dia sangat menyesal. Saya rasa dia menyesal karena cara hidupnya di planet ini dan itu adalah beban yang sangat besar untuk diemban. Tindakan itu pada dasarnya mengatakan,‘Aku berbuat salah, tapi aku tidak bisa menghadapi keluargaku, dan aku tidak bisa terus hidup’,” ujar Kaz melanjutkan.

Menurut Kaz, awalnya itu dimulai sebagai pengasingan diri. Selama pembuatan film itu, ini menjadi sesuaatu yang harus pasti. Itu adalah momen untuk mengatakan, ini adalah pengorbanan.

“Ini seperti mengatakan,’Aku tidak bisa lagi melayani Eternals. Kalau aku tidak bisa mengabdi pada Celestials, dan aku tidak bisa bersama keluargaku, maka aku memilih opsi ketigai ini,’ yang—buat dia—benar-benar peluapaan. Jad, yah, dia mati,” kata Kaz.
halaman ke-1
Share: