4 Penulis Novel Stensilan Indonesia dan Karya-Karyanya

4 Penulis Novel Stensilan Indonesia dan Karya-Karyanya
Novel stensilan dengan tema erotisme banyak menghiasi penerbitan di Indonesia pada era 1970-1990-an. Foto/Istimewa
JAKARTA - Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI,) definisi "stensil" adalah alat untuk merekam tulisan dan gambar. Secara singkat, stensil adalah kertas yang digunakan untuk mencetak. Namun seiring waktu, definisi ini berubah di tengah masyarakat.

Di kalangan masyarakat umum, istilah stensil mengacu pada karya-karya yang mengusung tema erostisme. Karya tersebut juga dapat disebut sebagai sastra stensil.

Anak-anak muda pada era 1970—1990-an umumnya familier dengan bacaan tersebut. Karya stensil atau sastra stensil pada masa itu mudah ditemui di mana saja dengan harga yang murah. Meskipun karya sejenis ini sering dianggap bacaan rendah, tapi peminatnya sangat banyak.

Harga yang sangat murah ini bisa jadi tidak seimbang dengan ide-ide para penulisnya. Namun, banyak penulis stensil yang masih bertahan. Saat ini, tulisan-tulisan mereka hanya dipahami sebagai karya populer, dan keberadaan para penulisnya tidak pernah disinggung dalam sejarah kesusastraan Indonesia.



Nah, berikut ini empat penulis sastra stensil yang cukup terkenal.

1. ABDULLAH HARAHAP

4 Penulis Novel Stensilan Indonesia dan Karya-Karyanya

Foto:Jurnalsibugot

Abdullah Harahap dikenal sangat aktif menulis pada era 1970--1980-an. Karya-karyanya pada umumnya bertema horor atau misteri yang dikemas dengan gaya detektif. Selain itu, ia juga kerap memasukkan unsur romansa yang lebih menonjolkan kegiatan bersetubuh sebagai bagain utama cerita.

Meski begitu, karya-karyanya juga bernilai karena kerap kali menyinggung hal-hal magis yang relevan dengan kepercayaan masyarakat pada masa itu.
halaman ke-1
Share: