3 Kampus untuk Anak Berkebutuhan Khusus Melanjutkan Sekolah

3 Kampus untuk Anak Berkebutuhan Khusus Melanjutkan Sekolah
Anak berkebutuhan khusus bisa melanjutkan sekolah lewat kampus di Jakarta, Malang, atau Yogyakarta. Foto/iStock
JAKARTA - Akses untuk mendapatkan pendidikan yang layak harus bisa dirasakan oleh semua pihak, termasuk oleh mereka yang memiliki kebutuhan khusus .

Dalam hal ini, Education for All (EFA) adalah sebuah gerakan yang diatur oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan tujuan memenuhi kebutuhan belajar untuk semua anak, remaja, dan orang dewasa.

Hal tersebut juga diatur di dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 yang bermakna setiap warga negara mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan .

Program inklusi yang digagas pemerintah pun memberi kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk belajar bersama di sekolah regular.



Hingga saat ini, ada beberapa kampus yang membuka jurusan atau progam studi yang dikhususkan untuk anak berkebutuhan khusus, seperti yang berikut ini.

1. POLITEKNIK NEGERI JAKARTA (PNJ) - JAKARTA

3 Kampus untuk Anak Berkebutuhan Khusus Melanjutkan Sekolah

Foto: pnj.ac.id



Sudah ada sejak 2013, PNJ merupakan satu-satunya politeknik di Indonesia yang membuka Progam Studi Manajemen Pemasaran untuk anak berkebutuhan khusus dengan jenjang Diploma III (D3).

Dengan konsep pembelajaran 60% praktik dan 40% teori, nantinya calon mahasiswa akan menjalankan kuliah sampai enam semester dengan kelompok peminatan dalam bidang desain grafis, seni dan kerajinan tangan, serta seni dan komputer yang akan dipilih di semester tiga.

Mahasiswa Warga Negara Berkebutuhan Khusus (WNBK) nantinya akan dididik untuk menghasilkan produk-produk berkualitas dan diajarkan cara memasarkan produk tersebut melalui pengajaran manajemen pemasaran.

Menggunakan kurikulum yang diadaptasi sesuai kebutuhan mahasiswa, dosen-dosen yang mengajar akan selalu mendampingi mahasiswanya di kelas secara individual.

Selain itu, penerapan inklusi lingkungan kampus akan membuat mahasiswa WNBK nantinya tidak canggung di tengah masyarakat. Adanya pelayanan konseling juga membantu orang tua mahasiswa lebih tenang demi mempersiapkan anaknya.

Baca Juga: Bukan cuma Laki-laki dan Perempuan, Ini Lima Gender dalam Budaya Bugis

2. UNIVERSITAS BRAWIJAYA (UB) - MALANG

3 Kampus untuk Anak Berkebutuhan Khusus Melanjutkan Sekolah

Foto: ub.ac.id

Seleksi Mandiri Penyandang Disabilitas (SMPD) merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang dibuka Universitas Brawijaya untuk penyandang disabilitas, sehingga mereka tidak perlu takut lagi bersaing di jalur penerimaan reguler.

Adapun rangkaian seleksi dilakukan dengan memberikan sebuah tes dalam bentuk yang berbeda sesuai dengan jenis penyandang disabilitas, serta melihat kapabilitas mahasiswa terhadap jurusan yang dia pilih.

Selain itu, setiap penyandang disabilitas juga punya kesempatan memperoleh beasiswa sesuai persyaratan.

Terdapat juga Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB) yang melayani kebutuhan penyandang disabilitas di perguruan tinggi seperti memberikan pendampingan mahasiswa, konseling, dan pelatihan bahasa isyarat.

3. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA - YOGYAKARTA

3 Kampus untuk Anak Berkebutuhan Khusus Melanjutkan Sekolah

Foto: uin-suka.ac.id

Berbeda dengan perguruan tinggi sebelumnya, UIN Sunan Kalijaga tidak membuka jalur penerimaan khusus untuk WNBK.

Nantinya, calon mahasiswa WNBK bisa mengikuti semua jalur penerimaan seperti SNMPTN (untuk prodi umum), SBMPTN (untuk prodi umum), SPAN-PTKIN (untuk prodi di bawah Kementerian Agama), UM-PTKIN (untuk prodi di bawah Kementerian Agama), Mandiri CBT (computer-based), Mandiri Paper-based (tulis), Tanpa tes (hafal Al-Qur'an 26 juz, juara olimpiade nasional).

Baca Juga: Déjà Rêvé: Variasi Lain dari Déjà Vu, Bagaimana Bentuknya?

Khusus untuk jalur mandiri yang diselenggarakan oleh UIN Sunan Kalijaga akan mendapat akomodasi berupa pendampingan untuk penyandang tuli dan tunanetra, atau akomodasi ruangan untuk tunadaksa, serta keringanan dari jumlah soal yang dikerjakan, jenis soal yang dikerjakan, waktu mengerjakan yang lebih lama, dan sesuai kondisi disabilitas lainnya.

Direkomendasikan juga untuk menghubungi Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga sebelum memilih jurusan atau program studi yang diinginkan.

Muhammad Arya Nugraha
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @aryanugraha820


(ita)
Share: