Kerja di Korporasi vs Startup: Mana yang Lebih Asyik?

Kerja di Korporasi vs Startup: Mana yang Lebih Asyik?
Bekerja di perusahaan korporasi atau startup sama-sama menawarkan tantangannya masing-masing. Foto/stoodnt.com
JAKARTA - Pilihan tempat bekerja bagi anak muda makin beragam. Tak lagi hanya di perusahaan atau korporasi konvensional, BUMN, atau menjadi PNS, tapi kini juga bisa bekerja di perusahaan atau bisnis rintisan ( startup ).

Istilah perusahaan rintisan mengacu pada bisnis atau perusahaan yang baru saja berdiri dan masih dalam proses pengembangan bisnis. Perusahaan ini umumnya berbasis teknologi.

Perusahaan rintisan biasanya dibagi menjadi tiga kelas, bergantung pada valuasi (nilai ekonomi atau ‘nilai jual’) dari perusahaan tersebut, yaitu Unicorn, Decacorn, dan Hectacorn. Beberapa perusahaan rintisan di Indonesia yang sudah masuk status Decacorn dengan valuasi USD10 miliar (Rp140,8 triliun) adalah Gojek dan Tokopedia.

Kerja di Korporasi vs Startup: Mana yang Lebih Asyik?

Foto: Shutterstock



Bermunculannya bisnis rintisan yang biasanya dikelola oleh anak muda sedikit banyak menarik minat Gen Z atau mereka yang baru lulus kuliah untuk bekerja di perusahaan rintisan.

Sementara itu, korporasi juga masih menjadi pilihan banyak para lulusan baru hingga pekerja profesional. Anggapan umum yang berlaku adalah korporasi menawarkan tunjangan karyawan yang lebih baik dan kondisi keuangan yang lebih stabil. Ini pula yang menjadi pertimbangan Intania, Gen Z yang memilih berkarier di salah satu bank pemerintah selepas lulus kuliah.

“Aku pilih kerja di perusahaan yang sekarang karena punya reputasi yang bagus, ada jenjang kariernya yang sudah jelas, dapat tunjangan karyawan, dan tentunya ingin punya penghasilan minimum setara dengan UMR,” ujar Intania.



Baca Juga: 4 Kunci Sukses Realisasikan Impian yang Tertunda, Nomor Satu Yakin!

Selama hampir 2,5 tahun bekerja di sana, Intania mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan belajar ilmu baru. “Tentunya harus siapin mental yang kuat kalau sudah bekerja. Karena aku kerja di frontliner perbankan, jadi selain operasional, juga paham alur beberapa perusahaan nasabah dan juga paham di bidang pelayanan,” ujarnya.

Kerja di Korporasi vs Startup: Mana yang Lebih Asyik?

Foto: Shutterstock

Bidang pelayanan yang dimaksud mulai dari dasar penyambutan, etika, cara berpenampilan, dan cara berkomunikasi lewat telepon. Sebagai frontliner, Intania bertemu dengan banyak orang, baik rekan kerja atau nasabah. Dengan tipe nasabah yang berbeda-beda, dia berprinsip bahwa bekerja harus ikhlas.

Ora et labora. Bekerja dan berdoa. Kita sudah berusaha dalam bekerja atau dalam hal apa pun, jangan lupa untuk berdoa,” tambahnya.

Harus Belajar Terus

Beda bidang pekerjaan, beda juga pengalaman yang didapatkan. Eja, salah satu karyawan perusahaan rintisan yang bergerak dalam bidang e-commerce membagi pengalamannya selama kurang lebih tiga tahun bekerja di sana. “Dulu waktu baru lulus kuliah memang ngincer kerja di e-commerce, salah satunya di kantor sekarang ini,” ceritanya.

Awalnya, Eja tertarik bekerja di sana karena mendengar bahwa lingkungan pekerjaannya menyenangkan dan prospek perusahaannya bakal berkembang besar. “Sekarang enggak nyangka perusahaannya jadi berkembang pesat dan jadi banyak orang yang tahu,” ujarnya.

“Yang pasti lingkungannya seru, mulai dari orang-orangnya, acaranya yang seru-seru, hampers-nya bagus-bagus dan jadi lebih tau dunia per-marketplace-an ini seperti apa dan dapat ilmu baru pastinya,” tambah Eja.

Kerja di Korporasi vs Startup: Mana yang Lebih Asyik?

Foto: Instagram @lifeatgojek

Menurut Eja, perusahaan tempat dia bekerja paham dengan kebutuhan karyawannya. Pihak perusahaan tahu cara memperlakukan pegawainya agar merasa nyaman. “Plus minus kerja di startup itu orang-orangnya enggak kaku, outfit work-nya senyaman kita pakai sehari-hari aja,” ujarnya.

Sementara kekurangannya, menurut Eja, adalah harus selalu terus belajar dan adaptif. “Kalau minusnya, kita harus up to date terus tentang perkembangan teknologi di luar sana dan harus update banget rules aplikasi perusahaan, karena suka ditanyain sama orang-orang,” ujarnya.

Baca Juga: Ini 5 Penyebab Kita Suka Lupa Isi Mimpi Setelah Bangun Tidur

Masing-masing perusahaan pastinya punya kelebihan dan kekurangannya, tinggal kita sebagai calon kandidat memilih budaya bekerja yang sesuai dengan keinginan.

GenSINDO
Widya Zhafirah Dezani
LSPR Communication & Business Institute


(ita)
Share: