George Clooney Ungkap Pengalamannya Syuting Adegan Badai Salju untuk Film 'The Midnight Sky'

George Clooney Ungkap Pengalamannya Syuting Adegan Badai Salju untuk Film The Midnight Sky
George Clooney menjadi aktor, sutradara, dan produser dalam film drama fiksi ilmiah The Midnight Sky. Foto/Netflix
JAKARTA - Aktor kawakan George Clooney hadir lagi lewat film terbarunya yang sudah tayang di Netflix, "Midnight Sky".

Dalam film drama fiksi ilmiah ini, George menduduki posisi pemeran utama sekaligus sutradara. Dia juga menjadi produser.

Sebagai aktor, pria berusia 59 tahun ini memerankan karakter Augustine, sosok peneliti yang ambisius sejak muda.

Pada usia senjanya dan dalam kondisi sakit kanker pasca-apokalips, dia rela tinggal sendirian di Kutub Utara. Tujuannya adalah demi memantau pergerakan beberapa misi luar angkasa, sambil memberitahu mereka untuk menghindari pulang ke Bumi yang kini sudah tak layak ditinggali.



Dalam kesendiriannya itu, tiba-tiba ada seorang bocah perempuan misterius yang muncul di sana. Dia tak mau bicara, tapi belakangan diketahui bernama Iris (Caoilinn Springall).

George Clooney Ungkap Pengalamannya Syuting Adegan Badai Salju untuk Film 'The Midnight Sky'

Foto:Philippe Antonell/Netflix

Untuk menggambarkan kondisi di Kutub Utara, tim film "Midnight Sky" melakukan syuting di Vatnajökull di Islandia dan Kepulauan Canary di Spanyol.



Vatnajokull adalah area penuh salju terbesar di Islandia dan terbesar kedua di Eropa. Lokasinya sangat terpencil, mesti berkendara 5,5 jam dari Reykjavik, ibu kota Islandia.

Nah, di tempat inilah adegan badai salju dahsyat yang dialami Augustine dan Iris dilakukan. Meski sangat indah dan pas untuk adegan badai salju, tapi ini adalah tempat yang berbahaya.

"Kami membawa ahli yang mengatakan bahwa kami tidak boleh melangkah terlalu jauh karena bisa saja kami jatuh layaknya masuk ke jurang sedalam 457 meter," kata George. (Baca Juga: Ini 5 Monster Paling Mengerikan dalam Serial 'Sweet Home' )

George Clooney Ungkap Pengalamannya Syuting Adegan Badai Salju untuk Film 'The Midnight Sky'

Foto: Netflix

Saat pengambilan gambar jelas bukan hal yang gampang. Apalagi, tim produksi memakai kamera besar Arri Alexa 65 millimeter yang pastinya berat.

"Aku cuma bisa melek sekitar 45 detik, dan aku syuting sambil memegang tali (supaya aman). Kami juga berteriak kencang," katanya saat sesi wawancara roundtable virtual via Zoom bersama sejumlah wartawan dari Asia, pada awal Desember lalu.
halaman ke-1 dari 2
Share: