17 Bahasa Korea yang Masuk dalam Kamus Inggris Oxford

Senin, 13 September 2021 - 19:31 WIB
Mark NCT melakukan aegyo atau perilaku ekspresif yang mencerminkan keimutan atau sesuatu yang menggemaskan. Foto/Markcity, Pinterest
JAKARTA - Kepopuleran budaya pop Korea yang diwakili oleh K-pop , K-drama, dan manhwa atau komik Korea tentunya membuat beberapa kata Korea juga ikut populer.

Kamus Oxford atau The Oxford English Dictionary (OED) yang dikenal sebagai otoritas dalam bidang bahasa Inggris pun ikut memasukkan beberapa kata dalam bahasa Korea ke dalam kamus mereka.

Dari pembaruan kata baru per September 2021, ada beberapa kata dalam bahasa Korea yang dimasukkan, seperti kata-kata terkait makanan, yaitu banchan (lauk pauk), bulgogi (daging sapi atau babi yang tipis), danchimaek (ayam goreng yang disajikan dengan bir).

Ada juga dongchimi (jenis kimchi yang dibuat dengan lobak), galbi (daging sapi), japchae (mi), kimbap (nasi dan beberapa bahan lainnya yang dibungkus dengan rumput laut), dan samgyeopsal (perut babi). Nah, kata-kata lainnya seperti diulas di bawah ini.

1. AEGYO



Dalam kamus Oxford, aegyo dalam kelompok kata benda diartikan sebagai "keimutan atau pesona, terutama terkait budaya pop Korea'. Juga diartikan sebagai "perilaku imut, penuh pesona, atau menggemaskan".

Sementara sebagai kata sifat, aegyodiartikan "imut, punya pesona, dan menggemaskan".



Foto: Vlive Red velvet



2. DAEBAK



Sebagai kata benda, artinya adalah "sesuatu yang menguntungkan atau diinginkan, terutama terkait peristiwa yang terjadi secara kebetulan", "rejeki nomplok".

Sebagai kata seru, diartikan sebagai "ekspresi keantusiasan", "fantastik", dan "luar biasa!"

3. FIGHTING

Fighting atau hwaitingdigunakan untuk menyemangati seseorang. Dalam konteks budaya Korea, dipakai untuk mengekspresikan dukungan, seperti "Ayo semangat!"

4. HALLYU

Hallyu diartikan juga sebagai "gelombang Korea" yang menyebar ke seluruh dunia, dipengaruhi oleh kepopuleran musik, film, drama, mode, dan makanan.

5. HANBOK
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. SINDOnews.com tidak terlibat dalam materi konten ini.
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More