Review Film Sakra, Aksi Donnie Yen saat Difitnah

Review Film Sakra, Aksi Donnie Yen saat Difitnah
Film wuxia Sakra menampilkan Donnie Yen sebagai aktor utama sekaligus sutradaranya. Foto/Mandarin Motion Pictures
JAKARTA - Donnie Yen kembali hadir lewat film wuxia, kali ini hasil adaptasi dari novel laga populer Demi-Gods and Semi-Devils karya Jin Yong.

Tak cuma berakting, dalam film ini aktor berusia 59 tahun tersebut juga menjadi sutradara, sutradara untuk adegan laga, dan produser pendamping. Ini menjadi keempat kalinya ia menjadi sutradara setelah film Legend of the Wolf (2017) serta Ballistic Kiss dan Shanghai Affairs (2018). Ia juga pernah menjadi sutradara pendamping dalam The Twins Effect (2013) dan Protege de la Rose Noire (2014).

Sakra bercerita tentang Qiao Feng (Donnie Yen), seorang pria yang sewaktu masih bayi ditinggal di depan rumah pasangan suami istri tua, yang akhirnya menjadi orang tua angkatnya. Qiao lantas tumbuh menjadi ahli bela diri yang mumpuni.

Qiao Feng juga akhirnya menjadi pemimpin Geng Pengemis yang diakui kehebatan dan kepemimpinannya. Sayangnya, saat seorang pejabat geng tewas, istri mendiang, yaitu Kang Min (Grace Wong) menuduh Qiao sebagai pelakunya dengan bukti sebuah surat yang ditulis suaminya itu.

Review Film Sakra, Aksi Donnie Yen saat Difitnah

Foto: Mandarin Motion Pictures

Dengan surat tersebut, seluruh anggota geng pun mencurigai Qiao dan memutuskan tak lagi setia padanya. Terdesak, Qiao pun memilih pergi sambil berjanji akan memulihkan nama baiknya.

Saat itulah, dia bertemu dengan seorang pelayan bernama Azhu (Chen Yuqi), satu-satunya orang yang percaya bahwa Qiao Feng bukanlah pembunuh. Padahal saat itu, Qiao sudah dituduh atas beberapa pembunuhan lainnya.

Baca Juga: 10 Remake Film Action Ini Justru Bikin Kecewa Penonton

Dibanding fokus pada kisah Qiao mencari dalang pembunuhan dan orang yang memfitnahnya, Sakra memilih untuk lebih banyak memberikan porsi cerita pada usaha pria itu menolong Azhu yang nyaris mati.

Pada akhirnya, dalang dari pembunuhan tersebut memang terungkap seiring aksi Qiao menyelamatkan Azhu. Namun pilihan untuk fokus pada subplot cerita jadi hal yang tidak biasa dalam sebuah film.

Review Film Sakra, Aksi Donnie Yen saat Difitnah

Foto: Mandarin Motion Pictures

Meski begitu, kekuatan Sakra sesungguhnya memang ada pada adegan laganya. Bersama Kenji Tanigaki yang juga menangani adegan laga film waralaba live action Rurouni Kenshin, Donnie Yen menciptakan deretan adegan laga yang sangat asyik untuk ditonton.

Adegan laga ini bahkan sudah langsung muncul sebagai pembuka film. Pertarungan antara Qiao Feng dengan seorang biksu jahat benar-benar masif dan panjang, seolah itu adalah scene klimaks dari sebuah film laga.

Baca Juga: 5 Drama China Bergenre Wuxia yang Populer

Pertarungan dan adegan laga dalam Sakra menggabungkan antara kemampuan bela diri Donnie Yen yang sudah diakui, dengan efek visual dan CGI yang luar biasa. Misalnya saja adegan para pemain 'terbang' dengan ilmu meringankan tubuh yang benar-benar terlihat aesthetic dengan dukungan sinematografi yang apik.

Review Film Sakra, Aksi Donnie Yen saat Difitnah

Foto:Mandarin Motion Pictures

Belum lagi saat para karakter mengeluarkan jurus utama mereka, seperti jurus 18 Tapak Naga yang dimiliki Qiao Feng. Para penggemar film wuxia serta novel atau komik laga akan sangat terhibur menontonnya. Apalagi saat ada adegan-adegan perkelahian jarak dekat yang kerap terjadi.

Singkat kata, kemampuan Donnie Yen dalam menciptakan sekaligus memainkan koreografi adegan laga dalam film tentu tak perlu diragukan lagi. Inilah yang menjadi kekuatan Sakra, yang tampaknya sudah dipikirkan untuk dibuatkan film sekuelnya.



(ita)
Share: