Langkah Indonesia Mengembangkan Ekosistem Digital

Langkah Indonesia Mengembangkan Ekosistem Digital
Fintech memiliki banyak manfaat dalam di tengah masyarakat terutama dalam mengembangkan ekosistem digital. Foto/SINDONews
JAKARTA - Perkembangan teknologi di Indonesia sudah semakin berkembang. Hal ini dapat dilihat dari pengguna internet di Indonesia yang mencapai 202,6 juta jiwa.

Oleh karena itu, penting adanya digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan manusia, salah satunya digitalisasi dalam sarana pembayaran berupa pembayaran secara online. Pemangku kebijakan melalui pelaksanaan 4thIndonesia Fintech Summit(IFS) telah melakukan upaya dalam mengembangkan jejaring serta merumuskan strategi atau aksi advokasi guna mempercepat digitalisasi pada industri jasa keuangan serta mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional.

IFS berlangsung pada 10-11 November 2022 di Bali dengan mengusung tema Moving Forward Together: The Role of Digital Finance and Fintech in Promoting Resilient Economic Growth and Financial Stability. Pelaksanaan IFSbertepatan dengan momentum Presidensi G20 dan B20 Summit 2022.

Hal yang dibahas dalam IFS 2022 menititkberatkan pada daya tahan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas keuangan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa pelaksanaan IFS ke-4 merupakan langkah awal dalam mengembangkan ekosistem digital di Indonesia dengan sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industrifintechdemi mendorong kemajuan dalam digitalisasi, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pergerakanstart-updi Indonesia dapat dikatakan terus mengalami perkembangan pesat. Jenisstart-updibedakan menjadi dua, yaitue-commercedanFinancial Technology(fintech).

E-commercemerupakan perusahaan yang menyediakan platform jual beli secara daring, sementara istilahfintechlebih berpusat pada perusahaan yang melakukan inovasi dalam bidang jasa keuangan dengan sentuhan teknologi modern.

E-commercedanfintechsaling bersinergi satu sama lain. E-commerceberperan sebagai platform jual belinya, sementarafintechhadir untuk membantu proses jual beli agar bisa diterima oleh masyarakat luas. Dengan adanyafintech, cara pembayaran bisa menjadi lebih mudah karenafintechterus berupaya melakukan terobosan-terobosan baru guna melayani perusahaan dan para individu.

Fintechmerupakan salah satu alternatif dalam berinvestasi yang menghadirkan pilihan untuk mengakses layanan jasa keuangan secara praktis, efisien, nyaman, dan ekonomis.Keberadaanfintechsangat berdampak kepada gaya hidup masyarakat ekonomi. Perpaduan antara efektivitas dan teknologi memiliki dampak positif bagi masyarakat pada umumnya.

Terdapat beberapa manfaat adanyafintechdi lingkungan masyarakat. Manfaat pertama, dapat membantu perkembangan baru dalam bidangstart-upteknologi yang tengah menjamur. Hal ini dapat membantu perluasan lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi tersebut mendatangkan manfaat kedua yaitu peningkatan taraf hidup masyarakat. Fintechdapat menjangkau masyarakat yang tidak terjangkau oleh perbankan konvensional.Selain itu,fintechjuga dapat meningkatkan ekonomi secara makro.

Kemudahan yang ditawarkan olehfintechdapat meningkatkan penjualan e-commerce.Manfaat terakhir yang paling dapat dinikmati oleh masyarakat luas adalah penurunan bunga pinjaman.

IFS tahun inimengangkat berbagai tema yang sejalan dengan topik Presidensi G20 Indonesia. Salah satunya hal terkait pengembangan pembayaran lintas negara ataucross-border paymentyang menjadi salah satu agenda prioritas.

Untuk mewujudkan hal tersebut, interoperabilitas yang dicapai melalui kerja sama lintas batas internasional perlu diperkuat di tengah peningkatan digitalisasi ekonomi dan keuangan. Dalam pemulihan ekonomi secara nasional dan global, Indonesia menghadapi tantangan dari tingkat inflasi dunia yang lebih tinggi dari perkiraan.

Berdasarkan IMF. pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat, dari 6,1% pada 2021 menjadi 3,2% pada 2022. Alhasil, negara-negara di seluruh belahan dunia memprioritaskan upaya untuk “menjinakkan” inflasi.

GenBI
I Gede Prema Nugraha Suastama
Universitas Warmadewa



(ita)
Share: