Ciri Manusia Indonesia Menurut Mocthar Lubis pada 1977, Ada Bedanya dengan 2021?

Ciri Manusia Indonesia Menurut Mocthar Lubis pada 1977, Ada Bedanya dengan 2021?
Buku Manusia Indonesia karya Mochtar Lubis menjabarkan ciri-ciri orang Indonesia yang masih relevan hingga sekarang. Foto/Balai Pustaka
JAKARTA - Mochtar Lubis, seorang wartawan dan budayawan Indonesia pada 6 April 1977 menyampaikan pidato kebudayaan di Taman Ismail Marzuki. Pidato ini kemudian dibukukan pada 1990 dengan judul yang sama dengan judul pidatonya, "Manusia Indonesia".

Gaya dan sikap Mochtar Lubis yang lugas dalam mengupas sifat-sifat negatif orang Indonesia dalam pidato tersebut menimbulkan banyak pendapat pro dan kontra di masyarakat, tapi di sisi lain juga membangkitkan pemikiran kritis tentang manusia Indonesia.

Bagaimana sosok 'manusia Indonesia' yang digambarkan oleh Mochtar Lubis dalam pidatonya ini? Masih samakah dengan manusia Indonesia pada hari ini?

Dalam Manusia Indonesia, Mochtar Lubis menggambarkan manusia Indonesia dengan enam sifat berikut:



Hipokrit atau munafik

Menurut Mochtar Lubis, ciri pertama manusia Indonesia adalah hipokrit atau munafik . Manusia Indonesia terbiasa untuk berpura-pura, lain di muka lain di belakang dan hal ini sudah berlangsung sejak dahulu.

Penyebabnya bisa jadi karena sejak dulu, manusia Indonesia terbiasa dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya, dipikirkannya, atau dikehendakinya karena takut akan ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya. Mochtar Lubis menyebut salah satu buktinya adalah prinsip Asal Bapak Senang (ABS) yang sering dilakukan oleh manusia Indonesia.



Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya

Ciri kedua yang disebut oleh Mochtar Lubis adalah seringnya manusia Indonesia mengatakan “bukan saya”. Manusia Indonesia sering kali segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.

Atasan kerap kali menggeser tanggung jawab tentang suatu kesalahan ke bawahannya, lalu bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan begitu seterusnya. Hingga akhirnya ketika tiba di manusia-manusia yang bekerja di tataran paling bawah, mereka akan mengatakan “Saya hanya melaksanakan perintah dari atasan”.

Lempar-melempar tanggung jawab ini, menurut Mochtar Lubis, sangat tidak asing sekali di kalangan manusia Indonesia. Hal ini berkebalikan jika yang terjadi adalah kesuksesan atau keberhasilan, setiap orang akan berlomba-lomba mengakui kontribusi dan perannya.

Ciri Manusia Indonesia Menurut Mocthar Lubis pada 1977, Ada Bedanya dengan 2021?

Mochtar Lubis. Foto:Rob Bogaerts/Anefo - Nationaal Archief 930-2101

Berjiwa feodal
halaman ke-1 dari 3
Share: