20 Istilah dalam Budaya Korea, K-Pop, dan Drama Korea

20 Istilah dalam Budaya Korea, K-Pop, dan Drama Korea

Foto: YouTube ASMR Mukbang

9. MAT-SEON

Istilah ini merujuk pada kencan buta yang disiapkan oleh seorang ibu kepada anaknya, karena takut anaknya tidak menikah.

10. MICHYEOSSEO

Sebuah ungkapan yang artinya “Apa kamu gila?!”. Ungkapan ini memang agak kasar, tapi kalau kamu nonton drakor pasti pernah mendengar istilah ini.

11. Q—Q

Bentuk emoji yang digunakan dalam teks untuk menunjukkan kesedihan. Emoji itu menggambarkan air mata jatuh dari mata terbuka. Paling sering digunakan secara sarkastik terhadap orang lain.

12. MAKJANG

Sebutan untuk serial drama Korea yang punya alur cerita berliku-liku, bikin kesal, banyak konfliknya, dramatis, dan biasanya episodenya banyak. Secara singkat, bisa disebut sebagai soap opera atau sinetron. Misalnya adalah drama "Penthouse" dan "The World of Married".

13. SAGEUK

Jenis drama Korea yang berlatar belakang sejarah dab kerajaan, biasanya diambil dari kisah nyata ataupun dibuat fiktif. Kisah ceritanya seputar perjuangan, percintaan, politik, dan kehidupan rakyat Korea dahulu.

20 Istilah dalam Budaya Korea, K-Pop, dan Drama Korea

Foto: tvN


14. BIAS, ULTIMATE BIAS, DAN BIAS WRECKER

Istilah ini digunakan sosokidol yang paling kamu suka. Sementara ultimate idoldipakai kalau kamu udah cinta mati alias mentok dengan idola kamu itu. Sedangkan bias wrecker adalah idol lainnya yang kamu suka selain bias kamu.

15. SECOND LEAD SYNDROME (SLS)

Biasanya ketika menonton drama kita akan fokus dan suka pada pemeran pertama, tapi ini sebaliknya. SLS merupakan istilah atau ungkapan perasaan penonton yang tertarik, lebih suka, dan lebih memilih pemeran kedua, bisa karena karakternya atau alur ceritanya.

16. IMBUHAN NAMA KOREA –AH

Imbuhan nama –ah di belakang nama seseorang dipakai untuk berbicara dengan orang yang seumuran, sederajat atau orang yang lebih muda dari kita. Akhiran ini digunakan untuk nama yang berakhiran konsonan, misalnya, Jimin-ah.

17. IMBUHAN NAMA KOREA –YA

Sama dengan -ah, bedanya imbuhan ini dipakai kalau nama orang yang kita panggil berakhir dengan huruf vokal (a, i, u, e, o).
Misalnya Suga-ya atau Sunmi-ya.
halaman ke-2
Share: