Belajar Wabah-Wabah Penyakit yang Telah Lalu lewat Buku

Belajar Wabah-Wabah Penyakit yang Telah Lalu lewat Buku
Banyak buku yang membahas tentang wabah-wabah mengerikan yang pernah terjadi di dunia. Foto/Charl Folscher, Unsplash
JAKARTA - Pandemi virus COVID-19 yang terjadi hampir setahun ini sebenarnya bukan wabah virus pertama yang terjadI di dunia.

Mau tahu buktinya? Buku-buku ini bercerita tentang wabah-wabah mematikan yang pernah dihadapi oleh manusia sejak dulu. Ini bisa jadi rekomendasi buku untuk kamu baca tahun depan.

1. AIDS

Belajar Wabah-Wabah Penyakit yang Telah Lalu lewat Buku




Randy Shilts, dalam prolog bukunya yang berjudul “And the Band Played On: Politics, People, and the AIDS Epidemic” menulis, “Kisah lima tahun pertama AIDS di Amerika ini adalah drama kegagalan nasional, dimainkan dengan latar belakang kematian yang seharusnya tidak perlu ada.”

Menurutnya, kisah ini harus diceritakan agar nantinya tidak akan pernah terjadi lagi, kepada siapa pun dan di mana pun. Buku ini diterbitkan pada 1987, sementara virus AIDS mulai ditemukan pada 1981.

2. KOLERA



Belajar Wabah-Wabah Penyakit yang Telah Lalu lewat Buku


Lewat bukunya yang berjudul “The Ghost Map: The Story of London's Most Terrifying Epidemic—and How It Changed Science, Cities, and the Modern World”, Steven Johnson bercerita tentang Dr. John Snow, seorang pahlawan bersejarah yang berperan dalam penyelesaian wabah Kolera.

Dr. Johnson berhasil menjelaskan keterkaitan antara penyebaran penyakit, teori penularan, kebangkitan kota, dan sifat penyelidikan ilmiah. Ia menawarkan sejarah yang memukau dan penjelasan yang kuat tentang bagaimana penyakit itu membentuk dunia tempat kita tinggal. Buku ini terbit pada 2006 dan bercerita tentang wabah virus Kolera di Inggris yang terjadi pada 1854.

3. EBOLA

Belajar Wabah-Wabah Penyakit yang Telah Lalu lewat Buku


“The Hot Zone: The Terrifying True Story of the Origins of the Ebola Virus” yang ditulis oleh Richard Preston menceritakan tentang sebuah tim militer rahasia bernama SWAT. Tim ini terdiri dari tentara dan ilmuwan yang dimobilisasi untuk menghentikan penyebaran virus yang sangat menular dan mematikan dari hutan hujan Afrika tengah.
halaman ke-1 dari 3
Share: