Sukses Masuk Kampus Impian setelah Pilih Gap Year

Sukses Masuk Kampus Impian setelah Pilih Gap Year
Gap year bisa dipilih kalau kamu bersikukuh untuk masuk ke kampus impian. Foto/Shutterstock
JAKARTA - Bisa lolos seleksi mahasiswa baru di kampus impian adalah hal yang diidam-idamkan oleh mereka yang baru lulus SMA. Berbagai usaha ditempuh untuk mewujudkannya, dari ikut bimbingan belajar intensif sampai rela mengambil gap year.

Inilah yang dilakukan Nia Faridatul Khasanah atau Niak. Dia gagal masuk ke kampus yang diincarnya, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dari mulai jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Ujian Tulis (UTUL) 1, UTUL 2, hingga total tujuh kali mendaftar di jurusan sains dan teknologi, semuanya gagal.

Lelah mencoba, Niak akhirnya memutuskan mengambil gap yearaja pada 2018 lalu. Dia lalu masuk pesantren, juga mengambil les agar tahun berikutnya bisa ikut tes seleksi masuk UGM.



Saat gap year, Niak juga berusaha mencari beasiswa untuk kuliah di luar negeri. Target pertamanya adalah belajar bahasa Inggris di Kampung Inggris demi mendapatkan sertifikat bahasa. Juga harus mengajar selama empat bulan sebagai syarat mengambil beasiswa.

Sukses Masuk Kampus Impian setelah Pilih Gap Year

Nia Faridatul Khasanah. Foto: Dok. Nia Faridatul

Di sinilah, selain belajar bahasa Inggris, ia pun belajar isu-isu sosial yang membuatnya jadi tertarik dengan bidang sosial dan hukum. Niak pun mulai sadar dan realistis, serta berpikir untuk mengambil jurusan hukum aja di UGM.

Niak pun makin giat mempersiapkan diri. Saking seriusnya, empat bulan sebelum tes masuk, dia memilih keluar dari pesantren.

Dua bulan menuju Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), dia belajar materi SBMPTN. Kerja kerasnya berhasil, Niak akhirnya bisa diterima di UGM dan UNDIP pada tahun kedua kelulusannya dari SMA.
halaman ke-1
Share: