Review Film Minions: The Rise of Gru: Banyak Tawa, Minim Minions

Review Film Minions: The Rise of Gru: Banyak Tawa, Minim Minions
Minions: The Rise of Gru ringan, menghibur, dan punya animasi yang menarik untuk ditonton. Film ini pas bagi mereka yang ingin melepas penat dan tertawa lepas. (Foto: Universal Pictures)
Minions: The Rise of Gru resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia, Rabu (29/6). Seri ketiga Minions ini sudah lama dinantikan setelah awalnya dijadwalkan dirilis pada 2020. Namun, karena pandemi Covid-19, jadwal perilisan film ini pun terus mengalami pengunduran. Setelah dua tahun, seperti apa film ini?

Berbeda dengan dua film Minions sebelumnya, The Rise of Gru menampilkan Gru dalam bentuk anak berusia 12 tahun. Meski masih berusia muda, tapi, Gru sudah menampilkan ketertarikannya pada dunia kejahatan. Saat itu, dia mengidolakan Wild Knuckles, pentolan dan pendiri Vicious 6, gerombolan penjahat terkondang sejagat.

Ketika Vicious 6 membuka lowongan, Gru tidak menyia-nyiakannya. Dia pun ikut mendaftar. Sayang, lamarannya ditolak karena dia dianggap tidak cukup jahat. Lagipula, dia masih berusia 12 tahun. Apa yang dipikirkan orang-orang ini saat mengundangnya untuk wawancara “kerja”?

Baca Juga: Sinopsis Film Ticket To Paradise yang Dibintangi Maxime Bouttier, Julia Roberts dan George Clooney

Meski ditolak, Gru tetap ingin membuktikan kalau dirinya jahat dan layak menjadi anggota grup itu. Dia kemudian mencuri kalung zodiak. Kalung sakti dan keramat Vicious 6 itu sangat berharga untuk mereka. Akibatnya, mereka pun memburu Gru. Aksi perburuan itu membawa Gru bertemu Wild Knuckles, yang setelah dikhianati Vicious 6, tinggal di San Francisco. Gru pun berusaha membuat Wild Knuckles terkesan.
Review Film Minions: The Rise of Gru: Banyak Tawa, Minim Minions

Foto: People

Film sepanjang 88 menit ini cukup menghibur. Aksi Gru dan Vicious 6 sudah cukup konyol dan bisa mengocok perut. Sementara, para Minions pun turut hadir dengan memberikan banyak adegan-adegan konyol dan absurd. Tiga Minions utama, Bob, Stuart, dan Kevin, selalu berusaha mendampingi Gru. Bob akan terasa lebih relate kepada penonton Indonesia karena dia mengucapkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia.

Anak-anak dipastikan akan suka film ini. The Rise of Gru punya tema yang ringan—meski agak nyeleneh—dan mudah diikuti. Aksi dan animasinya juga seru. Anak-anak akan menikmati kekonyolan semua karakter di film ini. Gru yang masih berusia 12 tahun bahkan lebih konyol dibanding dirinya ketika dewasa. Inilah yang mungkin lebih relate ke anak-anak karena Gru masih kecil di film ini. Gru menyelesaikan semua masalahnya dengan cara yang kekanak-kanakan, sesuai usianya.
Review Film Minions: The Rise of Gru: Banyak Tawa, Minim Minions

Foto: Nerdist

Sayang, bagi mereka yang ingin menonton lebih banyak aksi Minions harus menahan diri. Film ini lebih menitikberatkan pada sosok Gru. The Rise of Gru menyelami bagaimana sejak kecil Gru menyukai kejahatan dan ingin menjadi bagian dari kejahatan itu. Dia juga ingin membuktikan kalau dia mampu melakukan apa pun tanpa bantuan Minions, yang mana sering berakhir dengan kesialan. Selain itu, film ini juga akan menjadi film asal usul pertemuan pertama Minions dan Gru. .

Petualangan Gru di San Francisco demi menemui Wild Knuckles cukup menghibur. Gru harus seorang diri meyakinkan Wild Knuckles kalau dia sangat mengidolakannya dan bisa menjadi mitra baru penjahat terkenal itu. Namun, tentu saja, Wild Knuckles tidak dengan mudah mempercayainya.

Sebagai film segala usia atau untuk anak-anak, The Rise of Gru punya pesan mendalam. Tapi, tentu saja, semuanya disajikan dengan cara yang ringan dan menghibur agar lebih bisa dicerna anak-anak. Film ini tentu saja mudah untuk ditebak jalan ceritanya. Tapi, itu tidak mengurangi kekonyolan dan keseruan di dalamnya.
Review Film Minions: The Rise of Gru: Banyak Tawa, Minim Minions

Foto: Universal Pictures

Kiasan umum, anak-anak melawan orang dewasa, mungkin sudah terlalu sering muncul. Tapi, The Rise of Gru bisa meramunya dengan paket yang menarik. Hampir tidak ada karakter yang serius di film ini. Semuanya konyol dengan gaya masing-masing. Jadi, tidak perlu takut bosan untuk menontonnya meski Minions-nya tidak banyak terekspos.

Baca Juga: 5 Film Korea Terburuk Sepanjang Masa, Ada Judul Favorit Kamu Enggak?

Minions: The Rise of Gru ringan, menghibur, dan punya animasi yang cukup menarik untuk ditonton. Film ini cocok bagi mereka yang ingin melepas penat dan tertawa lepas. Tingkah konyol Gru dan Minions-nya tidak akan pernah gagal memicu tawa.

Minions: The Rise of Gru sudah bisa disaksikan di bioskop seluruh Indonesia. Patuhi protocol kesehatan! Selamat menyaksikan!



(alv)
Share: