3 Kasus dalam Juvenile Justice yang Diangkat dari Kisah Nyata

Faktanya, kebocoran ujian Scholastic Aptitude Test atau SAT (ujian masuk perguruan tinggi) di Korea sangat sering terjadi, bahkan sampai bertahun-tahun. Mengutip Hapskorea, kejahatan ini sudah berlangsung sejak 2008.

Sama seperti dalam drama, salah satu pelakunya adalah guru bimbingan belajar. Mengutip Korea Herald, pada Januari 2021 ada vonis penjara selama tiga tahun untuk seorang guru berkebangsaan Amerika di SMA Yongin.

Guru berusia 38 tahun itu disebutkan sudah mengajar di sekolah tersebut sejak 2009, dan menjadi koordinator SAT pada 2013. Pelaku yang memiliki marga Lee itu disebutkan mulai menjadi calo kunci jawaban pada 2017.

3. Kasus Kejatuhan Batu Bata

3 Kasus dalam Juvenile Justice yang Diangkat dari Kisah Nyata

Foto: Netflix

Jelang episode akhir, penonton akhirnya mengetahui penyebab Hakim Shim Eun-seok menjadi pembenci kriminal remaja. Ini karena pada beberapa tahun lalu, anaknya yang masih kecil tewas tertimpa batu bata besar yang dijatuhkan oleh dua bocah laki-laki dari atap.

Nyatanya, kasus ini benar terjadi 2010. Menurut laporan Korea Times, pada April 2010, seorang anak berusia 13 tahun menjatuhkan batu bata dari lantai 13 apartemennya di Busanjin.

Baca Juga: 5 Film tentang Perang Rusia Ukraina, dari Kisah Muslim hingga Dokter Muda

Akibatnya, bocah dengan usia yang juga 13 tahun mengalami luka parah di kepalanya akibat tertimpa batu bata tersebut. Bocah ini disebutkan juga mengalami kondisi kritis.

Menurut laporan polisi, pelaku yang merupakan anak tunggal itu melakukan hal tersebut karena ingin menarik perhatian orang tuanya. Namun ia tidak menyangka bahwa tindakannya itu mencederai orang lain.

Meski telah mencelakakan orang, bocah itu tidak bisa dihukum karena usianya yang masih 13 tahun. Ia hanya dikirim ke pengadilan anak dan mendapatkan bimbingan.


(ita)
halaman ke-2
Share: