Perjalanan Distribusi Musik di Indonesia, dari Fonograf hingga Streaming

7. 1979 - ERA WALKMAN

Perjalanan Distribusi Musik di Indonesia, dari Fonograf hingga Streaming

Foto: Sony

Walkman adalah alat pemutar kaset portabel pertama yang diproduksi oleh Sony. Setelah itu bermunculan merek-merek lainnya, membuat tren mendengarkan musik di mana aja makin berkembang.

8. 1990 - ERA COMPACT DISC/DISCMAN

Perjalanan Distribusi Musik di Indonesia, dari Fonograf hingga Streaming

Foto: dunakin.com

Media penyimpanan musik bentuk cakram lebih dipilih karena kekurangan pada magnetik pita kaset yang cepat kusut.

9. 2005 - ERA RING BACK TONE

Perjalanan Distribusi Musik di Indonesia, dari Fonograf hingga Streaming

Foto:allterco.com

Nada Sambung Pribadi atau Ring Back Tone (RBT) adalah suara atau lagu yang diperdengarkan kepada penelepon sebelum panggilan dijawab. Musisi mendapat keuntungan kalau lagunya dipilih untuk RBT. Menurut Bens Leo, kalau pemasangan RBT gak memenuhi target, kemungkinan besar penyanyi tersebutgak akan dilanjutkan kontrak kerja samanya.

10. 2012 - PENJUALAN CD DI GERAI MAKANAN CEPAT SAJI

Perjalanan Distribusi Musik di Indonesia, dari Fonograf hingga Streaming

Foto: KFC/Tokopedia

Saat toko musik mulai tumbang, gerai makanan siap saji KFC menjadi salah satu distributor utama penjualan album baru. Teknik penjualan seperti ini menguntungkan bagi industri musik dan KFC. Sebanyak 850.000 keping CD dapat terjual setiap bulannya.


11. 2013 - REDUPNYA TOKO MUSIK


Perjalanan Distribusi Musik di Indonesia, dari Fonograf hingga Streaming

Foto: irishtimes.com

Layanan musik digital lebih diminati, banyak toko musik gulung tikar

12. 2010-KINI - ERA STREAMING

Perjalanan Distribusi Musik di Indonesia, dari Fonograf hingga Streaming

Foto: Pixabay

Musik banyak dipasarkan melalui platform digital streaming seperti YouTube, Joox, Spotify, dan iTunes. Sebagian besar penyanyi juga lebih memilih membuat label rekaman sendiri (indie label).

Anggita Hutami Ratnaningsih
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @gitahut


(it)
halaman ke-2
Share: