Makin ‘Gila’ dengan Aplikasi Khusus Idola

Makin ‘Gila’ dengan Aplikasi Khusus Idola
Para penggemar K-pop kini makin mudah berinteraksi dengan idol favoritnya dengan banyak aplikasi idola. Foto/bandwagonasia.com
JAKARTA - Interaksi antara artis atau idol (idola) dengan penggemarnya semakin tak terbatas, terutama setelah merebaknya berbagai aplikasi yang bisa membuat mereka berkomunikasi secara langsung alias real time.

Salah satu yang paling tua dari bentuk interaksi ini adalah lewat media sosial. Media ini dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu media sosial umum, seperti Twitter dan Instagram, dan media sosial khusus, yaitu aplikasi khusus idola.

Yang terakhir disebut sangat erat kaitannya dengan budaya fandomK-pop . Meski begitu, aplikasi khusus idola ini juga beragam, ada yang dibuat khusus untuk idola dari agensi tertentu, ada pula yang terbuka untuk semua idola Korea Selatan.

Salah satu media interaksi yang gemar digunakan idola dan penggemar adalah Fancafe dan V Live. Fancafe adalah wadah komunikasi antara penggemar dan idola yang dikelola oleh situs web Daum. Penggemar bisa memilih forum yang ingin mereka ikuti—berdasarkan idola mereka—secara gratis maupun berbayar.



Makin ‘Gila’ dengan Aplikasi Khusus Idola

Foto: Fancafe

Meskipun bertujuan sama, V Live tidak hanya menyediakan sesi obrolan melalui chat tetapi juga melalui siaran langsung (live broadcast). Selain itu, V Live juga tidak hanya terbatas untuk idola Korea Selatan, tapi juga artis dari negara lainnya, seperti Thailand dan Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, berkaca pada kekurangan yang dimiliki Fancafe dan V Live, beberapa agensi meluncurkan aplikasi khusus idola. Sebut saja Weverse yang dirilis HYBE dan Dear U Bubble yang dirilis SM Entertainment.



Melansir dari Elite Daily , salah satu alasan HYBE merilis Weverse adalah adanya kendala bahasa, sebab layanan Fancafe menggunakan bahasa Korea. Oleh sebab itu, dalam layanannya, Weverse juga menyediakan terjemahan dalam bahasa Inggris, China, Jepang, Thailand, Korea, Indonesia, dan beberapa bahasa lainnya. Jadi, meskipun idola membagikan momen atau mengunggah dalam bahasa Korea, penggemar dapat langsung menerjemahkannya.

Baca Juga: 7 'Aturan' Fandom K-Pop yang Sering Dilanggar Para Penggemar

Adanya kendala bahasa dan keinginan untuk mendekatkan hubungan idola dengan penggemar juga menjadi landasan SM Entertainment merilis Dear U Bubble. Melansir dari Somag News , dengan membayar tiket—satu anggota terhitung satu tiket—penggemar bisa menerima kiriman pesan, voice message, atau foto kegiatan mereka sehari-hari.

Makin ‘Gila’ dengan Aplikasi Khusus Idola

Foto: Weverse

Penggemar juga bisa menyampaikan balasan pesan sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan. Uniknya, tampilan Dear U Bubble didesain mirip dengan ruang obrolan pada umumnya sehingga kesan berbincang langsung dengan idola semakin bisa dirasakan.

Aplikasi khusus idola terbukti dapat menguntungkan agensi dan menambah penghasilan idola. Mengutip Music Business Worldwide , aplikasi Weverse didaulat sebagai kunci keberhasilan HYBE dalam memperoleh USD400 juta atau sekitar Rp5,7 triliun di tengah pandemi.

Menurut CEO Global HYBE, Yoon Lenzo, pada 2020 Weverse telah diunduh setidaknya sebanyak 10 juta kali. Selain itu, konser virtual BTS bertajuk “BANG BANG CON” berhasil meraup keuntungan sebesar USD20 juta atau sekitar Rp280 miliar dari penjualan tiket. Segala sesuatu yang berhubungan dengan konser virtual tersebut, seperti penjualan merchandise, penayangan konser, dan tentunya pembelian tiket dilakukan melalui Weverse.

Makin ‘Gila’ dengan Aplikasi Khusus Idola

Foto: Dear U Bubble

HYBE—melalui Weverse—juga melebarkan sayapnya dengan menyediakan layanan Weverse bagi artis-artis Amerika Serikat. Melansir dari Music Business Worldwide, artis Amerika Serikat yang telah bergabung di Weverse adalah penyanyi sekaligus penulis lagu, Gracie Abrams, Alexander 23, dan YUNGBLUD. Kemungkinan adanya artis dari Amerika Serikat atau bahkan dari negara lain untuk bergabung dengan Weverse tentunya masih terbuka lebar.

Aplikasi khusus idola yang dirilis oleh agensi menawarkan eksklusivitas dan berbagai keuntungan lainnya. Idola tetap memanfaatkan media sosial umum, tapi dengan adanya aplikasi khusus idola, audiensnya semakin dipersempit sehingga tercipta kesan hanya ada idola dan para penggemarnya yang saling bertukar cerita di satu media.

Baca Juga: Mengenal Agorafobia yang Ada dalam Film 'Woman in The Window'

Selain itu, melalui aplikasi khusus idola, pola interaksi antara penggemar dan idola menjadi lebih luas. Idola tidak hanya berkesempatan untuk tampil di hadapan penggemar, tapi juga berbincang layaknya di ruang obrolan, bercerita melalui video langsung, saling berbagi momen layaknya teman, menyajikan variety show, dan masih banyak lagi.

Masa depan industri musik dan prospek bisnisnya tidak lagi sebatas penampilan di atas panggung dan album musik tetapi juga hal-hal lainnya yang dapat menambah kedekatan idola dan penggemar.

GenSINDO
Yohanna Valerie Immanuella
Universitas Indonesia


(ita)
Share: