8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: Getty Images

Ragam bakat yang mesti dikuasai idol salah satunya adalah karena karier mereka dalam industri musik lebih pendek dibanding rekan-rekan mereka di Amerika atau Inggris.

Di Korea, karier dalam industri musik biasanya cuma bertahan saat usia mereka masih muda dan berpenampilan menarik. Setelah melewati umur 30 tahun, karier mereka biasanya akan meredup.

Ini berbeda dengan para penyanyi di Amerika dan Inggris yang bisa bertahan dalam industri musik, bahkan hingga melewati usia 70-an tahun. Mick Jagger dari band Inggris The Rolling Stones kini sudah berusia 76 tahun, Paul McCartney dari The Beatles berusia 78 tahun, sementara Madonna nyaris berusia 60 tahun.

5. PENULISAN LAGU

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: Getty Images

Penyanyi solo di Amerika dan Inggris minimal bisa menulis lirik untuk lagu yang akan mereka nyanyikan. Lagu-lagu mereka juga biasanya berdasarkan pengalaman hidup mereka. (Baca Juga: Kasus Mural Taylor Swift Diganti Penyanyi Lain, Seniman Sebut Ada yang Meludahi Gambarnya )

Sementara mayoritas grup idol di Korea bergantung pada produser untuk menulis lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Ini karena fokus mereka bukan pada membuat komposisi musik, tapi pada bernyanyi dan menari. Mereka biasanya baru bisa menulis setelah cukup lama berkarier sebagai idol, tentunya dengan izin dari agensi mereka.

Kebiasaan dalam industri K-pop ini pelan-pelan mulai berubah sejak BTS membuat lagu-lagu mereka sendiri, terutama trio rapline RM, Suga, dan J-Hope. Boy group dari generasi ke-4 K-pop, yaitu Stray Kids dari JYP Entertainment juga dikenal sanggup menulis lirik, membuat komposisi musik, sekaligus menjadi produser lagu-lagu mereka.

6. LOYALITAS KEPADA LABEL REKAMAN

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: Naver x Dispatch

Penggemar K-pop pasti tahu dari mana asal agensi atau label rekaman artis idolanya, karena agensi tersebut berusaha menciptakan sebuah 'keluarga' antara para artisnya.

Konser kolaborasi akhir tahun 2020 yang masing-masing akan digelar Big Hit Entertainment dan SM Entertainment bisa jadi contohnya. Sementara di Amerika dan Inggris, kedekatan seperti disebut di atas tak terjadi.

7. BAHASA YANG DIGUNAKAN DALAM LAGU

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto:Christian Vierig/GC Images

Musisi Amerika merekam lagu mereka dalam bahasa Inggris, dan kadang Spanyol. Berbeda dengan idol yang menyanyikan lagu Korea dengan selipan bahasa Inggris. Mereka juga membuat album khusus untuk pasar di China dan Jepang demi meluaskan pasar di Asia.

8. INTERAKSI DENGAN PARA PENGGEMAR

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: V Live Stray Kids

Idol K-pop sangat rajin berinteraksi langsung dengan para penggemarnya lewat serangkaian siaran, baik di V Live, YouTube, juga variety show. Tiap member bisa membuat siaran langsungnya sendiri dan menjawab pertanyaan dari penggemar secara rutin. (Baca Juga: 3 Adegan Kocak 'True Beauty' yang Meniru Scene dari Drama Korea Ngetop )

BTS di bawah Big Hit bahkan membuat banyak sekali variety show, termasuk "In The Soop" yang dibuat khusus saat masa pandemi COVID-19. Ini tidak terjadi pada para penyanyi di Amerika yang biasanya hanya mengandalkan wawancara dengan media untuk bisa terhubung dengan para penggemarnya.
halaman ke-2
Share: