8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika
Industri musik di Korea punya perbedaan yang signifikan dengan di Amerika dan Inggris. Foto/whatthekpop.com
JAKARTA - Musik K-pop makin meluaskan pengaruhnya dalam industri musik dunia, termasuk dalam industri musik di Amerika Serikat yang jadi kiblat musik dunia.

Sebagai bagian dari hallyu atau Gelombang Korea, industri K-pop punya sistem yang berbeda dengan sistem yang berlaku di Amerika, dan ini pula yang menjadi nilai tambah bagi para bintang K-pop untuk menembus pasar dunia.

Nah, berikut perbedaan yang signifikan antara industri musik di Korea dengan di Amerika Serikat, dikutip dari Koreaboo.

1. PROSES SELEKSI

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: Big Hit Entertainment

Di Amerika, label rekaman memilih penyanyi berdasarkan bakat yang sudah mereka punya, dengan standar yang sudah ditetapkan label tersebut. Jadi, jika mereka bisa menyanyi, tapi kemampuannya di bawah standar yang ditetapkan, maka mereka tak akan terpilih.

Sementara dalam industri K-pop, seorang calon idol bisa dipilih dengan beragam alasan, mulai dari penampilan fisik dan wajahnya, kemampuan menari, bahkan status kewarganegaraannya. Yang disebut terakhir bisa terjadi salah satunya demi meluaskan pasar dari grup yang nantinya akan dibentuk.

Nantinya, kemampuan menyanyi dan menari mereka akan diasah lewat program pelatihan atau training yang dilakukan selama bertahun-tahun dan berlangsung ketat. Jin BTS 'ditemukan' di jalan dan dipilih karena penampilan visualnya. Dia lalu dilatih keras untuk bernyanyi dan menari.

2. SISTEM PELATIHAN

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: Jooyoung Ahn/Allure

Di Amerika, tak ada standar untuk sistem pelatihan calon penyanyi. Grup seperti Backstreet Boys atau Spice Girl dari Inggris dibentuk berdasarkan proses audisi, dan langsung melakukan debutnya setelah 1-2 tahun. Setelah dibentuk, mereka juga pasti akan melakukan debut.

Ini jauh berbeda dengan grup yang dibentuk dalam industri K-pop. Seperti sudah disebutkan sebelumnya, mereka mesti menjalani proses pelatihan yang ketat selama bertahun-tahun. Mereka juga mesti belajar menari, juga melakukan diet ketat.

Dengan proses pelatihan yang ketat, tak ada jaminan bahwa mereka bisa melakukan debut. Kalaupun debut, belum tentu dengan grup yang selama ini latihan bersama. Ada yang berlatih selama tujuh tahun, tapi tak kunjung menjadi idol. Jihyo bahkan disebut menjadi trainee selama 10 tahun sebelum akhirnya melakukan debut bersama TWICE .

3. KETERAMPILAN YANG HARUS DIMILIKI

8 Perbedaan antara Industri K-Pop dan Musik Amerika

Foto: Soompi

Dalam industri musik di Amerika, kualitas vokal adalah sebuah keharusan. Nyaris jarang terjadi ada penyanyi di sana yang kemampuan vokalnya di bawah standar. Kemampuan lainnya seperti menari atau berakting bukan prioritas, meski itu juga bisa menjadi nilai tambah.

Kondisi ini sangat berbeda dengan industri musik di Korea. Beberapa idol memulai kariernya dengan kemampuan bernyanyi yang di bawah standar. Para member SHINee pernah mengatakan bahwa dulu mereka tak bisa bernyanyi dengan baik dan harus latihan keras untuk menjadi grup vokal seperti sekarang ini.

Selain itu, tiap member dalam satu grup belum tentu punya kemampuan bernyanyi yang sama. Karena itulah ada pembagian seperti vokalis utama, rapper utama, penari utama, bahkan status main visual, istilah untuk member yang wajahnya paling ganteng atau cantik dalam grup tersebut.

Selain itu, idol juga diharuskan punya banyak bakat, mulai dari menari, berakting, bahkan menjadi pembawa acara radio, program televisi, termasuk variety show. Bagi beberapa idol, menyanyi bahkan cuma sekadar batu loncatan untuk profesi lain dalam dunia hiburan.

4. USIA KARIER DALAM DUNIA HIBURAN
halaman ke-1
Share: