Joe Sabia Penanya 73 Questions Vogue Ternyata Aslinya Ganteng!

Joe Sabia Penanya 73 Questions Vogue Ternyata Aslinya Ganteng!
Joe Sabia otak dibalik 73 Questions Vogue Foto/Youtube
JAKARTA - Majalah gaya hidup dan mode yang berada di bawah naungan perusahaan media Conde Nast di Amerika Serikat, Vogue, yang sudah eksis selama 127 tahun, selama ini menjadi kiblat fesyen dunia. Majalah yang hadir secara digital ini juga menampilkan beragam video dengan konten yang menarik.

Yang paling populer adalah ’73 Questions’. Di dalam segmen ini kamu dapat menyaksikan aktris, aktor maupun penyanyi favorit kamu menjawab 73 pertanyaan. Menariknya lagi, wawancara didesain dinamis dengan angle dan latar belakang yang berbeda-beda.

Selebriti akan menjawab 73 pertanyaan sambil mengajak keliling rumah (house-tour) atau keliling kantornya. Konten ini ramai penonton dan tidak sedikit yang penasaran dengan sosok si penanya 73 Questions Vogue ini.

Dia adalah Joe Sabia, yang menurut banyak orang memiliki profesi yang sukses bikin iri netizen. Gimana enggak, Joe bisa bebas berkunjung ke rumah selebriti Hollywood terkenal dan langsung bertanya macam-macam bahkan hal yang privasi sekalipun tanpa diawali basa-basi. Dibombardir berbagai pertanyaan cepat, selebriti yang ditanya pun menjawab ramah dan enggak terganggu sama sekali pastinya.
Joe Sabia Penanya 73 Questions Vogue Ternyata Aslinya Ganteng!

Foto: Variety



Mungkin diantara kamu ada yang belum pernah melihat sosoknya. Cowok ini rupanya cukup ganteng loh.Joe merupakan artis remix digital dan produser konten video, tetapi lebih dikenal sebagai penanya "73 Questions Vogue" sejak tahun 2014.

Dilansir dari Fashionweekdaily.com, ia menceritakan ide "73 Questions" bermula saat dirinya menerima telepon dari Conde Nast Entertainment yang menanyakan, apa yang akanJoe lakukan jika memiliki waktu empat jam bersama Sarah Jessica Parker. Rupanya, saat itu Vogue memiliki proyek peluncuran sepatu, tetapi ide videonya tidak harus tentang sepatu.

Ide yang terpikirkan olehJoe adalah memberi rentetan pertanyaan atau kuis kepribadian yang benar-benar gila, dan mengemasnya dalam sinematografi artistik satu kali take. Kemudian Joe mengirimkan konsep ide (pitching) dan mengirimkannya kepada Sarah.



Ternyata Sarah menyukai ide itu bahkan bersedia menunjukkan bagian dalam rumahnya untuk pertama kali.


Berkat kesuksesan ide "73 Questions",Joe akhirnya bergabung dengan Conde Nast Entertainment secara penuh pada bidang kreatif. Sehari-hari ia menikmati petualangan Hollywood dan memikirkan jenis konten video yang cocok untuk berbagai kebutuhan Vogue. BakatJoe mengantarkannya pada penghargaan sebagai Best Cinematography Streamy Award dan Pop Culture Video Series Sreamy Award.

SebelumnyaJoe merencanakan 100 pertanyaan, tetapi dia mempertimbangkan ulang karena video ini hanya satu kali pengambilan (take), jadi cukup beresiko jika memilih 100 pertanyaan. Akhirnya,Joe memilih 73 pertanyaan karena itu adalah bilangan prima, terlihat tidak biasa, dan memiliki search engine optimation (SEO) yang menarik.

Selama terlibat dalam proyek ini,Joe mengaku banyak mengalami kejadian unik. Khususnya, saat dia lagi naik taksi online dan ternyata supirnya mengenali suaranya dari video "73 Questions Vogue". Orang yang tidak dikenal sering menghampiri Joe karena merasa familiar dengan suaranya. Terkadang hal-hal itu cukup menakutkan baginya. (Baca Juga: festival literasi jilf siap digelar akan mempertanyakan kisah sejarah mainstream )

Kalau kamu penasaran dengan karya Joe Sabia lainnya, kamu bisa mengunjungi situs webnya Joesabia.co , di sana kamu dapat menemukan portofolio Joe Sabia sejak tahun 2005.


Anggita Hutami Ratnaningsih
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @gitahut


(it)
Share: