Fakta Kelam Pil Xanzolam dalam Miniseri The Queen’s Gambit

Fakta Kelam Pil Xanzolam dalam Miniseri The Queen’s Gambit
Miniseri The Queens Gambit menggambarkan ketergantungan pecatur dengan sebuah pil. Foto/Netflix
JAKARTA - Ramai diperbincangkan, serial "The Queen’s Gambit" yang tayang di Netflix sukses dengan kisah permainan catur yang rumit, tapi inspiratif.

Catur yang dikenal punya strategi kompleks dalam permainannya, ditampilkan dengan konsep elegan dan cantik oleh Beth Harmon (Anya Taylor-Joy). Serial ini diadaptasi dari novel karya Walter Tevis.

"The Queen’s Gambit" mengisahkan kehidupan Beth Harmon pada 1950 akhir, tepatmya setelah dia ditinggal ibunya dalam sebuah kecelakaan. Beth akhirnya dikirim ke sebuah panti asuhan khusus perempuan di daerah Kentucky.

Anak-anak asuh di sana diberi ‘vitamin’ berbentuk pil berwarna putih dan hijau. Belakangan diketahui bahwa pil tersebut ialah obat penenang bernama xanzolam.

Fakta Kelam Pil Xanzolam dalam Miniseri The Queen’s Gambit

Foto: Netflix

Beth mulai tertarik catur saat melihat Mr. Shaibel (Bill Camp) bermain catur sendirian di ruang bawah tanah. Ia tertarik dengan permainan tersebut, dan pil xanzolam membuatnya sering berimajinasi memainkan catur.

Semakin tertarik dengan catur, Beth semakin kecanduan dengan pil tersebut. Dengan pil itu, pikirannya lebih fokus dan bisa merangkai strategi baru dengan perspektif yang berbeda dari orang lain. (Baca Juga: Serial The Boys Season 3 Diprediksi Bakal Seperti Captain America: Civil War )

Penggunaan Legal Obat Penenang pada Tahun 1960

Sama halnya dengan Beth Harmon yang cuma karakter fiktif, obat penenang xanzolam pun hanya buatan semata. Tapi mengutip Newsweek, pil dalam "The Queen's Gambit" punya "kemiripan yang mencolok" dengan chlordiazepoxide, atau dikenal sebagai librium.

Fakta Kelam Pil Xanzolam dalam Miniseri The Queen’s Gambit

Foto: Netflix

Pada 1960 di Amerika , Librium bisa dikonsumsi secara umum untuk mengurangi kecemasan dan insomnia. Penggunaanya menjadi sebuah budaya di Amerika pada waktu itu.

Kisah Kelam Pemberian Obat Pil di Panti Asuhan

Dikutip dari Screenrant, meski fiktif, ada kebenaran kelam di baliknya yang takbisa dipungkiri. Dalam berita Buzzfeed, pada pertengahan tahun 1950, beberapa panti asuhan di Amerika menggunakan obat bius untuk anak-anak di dalamnya. Salah satunya adalah panti asuhan katolik St. Joseph. Tapi penggunaannya disalahgunakan oleh pengurusnya.

Yang paling gelap dari semuanya adalah sejarah tentang anak-anak yang memasuki panti asuhan, tapi tidak membiarkan mereka hidup. (Baca Juga: Daftar 10 Film Paling Banyak Ditonton di Layanan Streaming )

Fakta Kelam Pil Xanzolam dalam Miniseri The Queen’s Gambit


Menurut Sally, salah satu mantan penghuni panti asuhan tersebut, ia menggambarkan kebrutalan para biarawati di sana. Setidaknya ada dua insiden tentang anak-anak di St. Joseph yang meninggal atau langsung dibunuh.

Narasi Kecanduan Obat Penenang

Dalam serial ini, ketika Beth diadopsi oleh Alma Wheatley (Marielle Heller), Beth menemukan fakta bahwa ibunya pun mengonsumsi pil tersebut. Ia semakin kecanduan dengan mengambil sebagian milik ibunya. (Baca Juga: Hal-hal yang Paling Menguras Emosi dalam The Haunting of Bly Manor )

Hal ini mendasari fakta, perempuan muda Amerika pada akhir tahun 50-an dan awal 60-an, terlepas dari latar belakang mereka, sedang berjuang untuk menghadapi kenyataan kehidupan sehari-hari.

Fakta Kelam Pil Xanzolam dalam Miniseri The Queen’s Gambit

Foto: Netflix

Sang ibu bergumul dengan masalah hubungan dan menutupi kesedihannya dengan alkohol dan xanzolam, atau librium. Di sisi lain, Beth yang masih di bawah umur diperbolehkan mengonsumsi alkohol, saat ia sedang kecanduan narkoba yang membantunya menjadi pecatur terbaik di dunia.

Konsumsi pil “xanzolam" pada awal tahun 60-an bukanlah tentang mencapai kesempurnaan dalam hidup, tapi cara seseorang bertahan menjalani hari demi hari. "The Queen's Gambit" mengakui konsep itu melalui Beth dan Alma, tetapi tanpa mendalami psikologi karakternya.

Afifah Rahmah Nurdifa
Kontributor GenSINDO
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Instagram: @arnurdifa


(it)
Share: