Tim 'Penthouse 3' Akhirnya Minta Maaf setelah Kasus Comot Video Tragedi Kejadian Nyata

Tim Penthouse 3 Akhirnya Minta Maaf setelah Kasus Comot Video Tragedi Kejadian Nyata
Drama The Penthouse 3 dikecam karena dianggap tidak sensitif dengan memakai rekaman asli tragedi nyata untuk adegan drama mereka. Foto/Viu
JAKARTA - Tim produksi drama Korea "The Penthouse: War in Life" akhirnya meminta maaf setelah memakai dua rekaman asli (footage) dari tragedi nyata yang pernah terjadi di negara tersebut.

Permintaan maaf disampaikan pada Minggu (5/9) lewat pernyataan tertulis."Kami memohon maaf kepada para korban dan keluarganya dalam tragedi Gwangju dan gempa di Pohang, juga kepada para penonton drama ini," demikian pernyataan resmi dari tim drama itu, mengutip Korea Times .

Mereka juga mengaku telah mencabut kedua footage tragedi tersebut dari penayangan ulang dan layanan streaming. Tim punberjanji akan mencegah kejadian yang sama terulang lagi.

Permasalahan ini berawal dari scene dalam episode ke-13 "The Penthouse 3" yang tayang pada Jumat (3/9) lalu. Tim produksi dari drama yang tayang di SBS tersebut menggunakan rekaman gambar asli dari runtuhnya gedung di Gwangju yang terjadi pada 9 Juni lalu. Gambar ini dipakai untuk menggambarkan adegan runtuhnya apartemen mewah dalam drama tersebut.

Tim 'Penthouse 3' Akhirnya Minta Maaf setelah Kasus Comot Video Tragedi Kejadian Nyata

Foto: SBS via Korea Times

Untuk catatan, tragedi di Gwangju terjadi saat sebuah gedung lima lantai dirubuhkan dan menimpa bus yang sedang berhenti di halte dekat dengan gedung. Akibatnya, 9 orang tewas dan 8 orang luka parah.

Baca Juga: 8 Drama Korea Genre Komedi Romantis Terbaik 2019-2020

Bukan cuma itu, untuk menggambarkan penghuni apartemen yang mengungsi di tempat penampungan sementara, "Penthouse 3" juga memakairekaman video dari warga yang mengungsi di pusat kebugaran saat terjadi gempa di Pohang, Korea Selatan, pada 2017. Saat itu, gempa membuat 92 orang luka-luka dan 1.800 orang kehilangan tempat tinggal.

Akibat penggunaan dua rekaman asli dari tragedi dalam kehidupan nyata itu, masyarakat pun menganggap tim produksi dan SBS tidak sensitif terhadap dua tragedi memilukan tersebut, terlebih musibah di Gwangju yang baru terjadi tiga bulan lalu.

"Apa kalian gila memakai gambar asli dari berita, sementara keluarga yang ditinggalkan masih berduka?," ujar satu penonton di situs web resmi drama tersebut.

Baca Juga: Ini Bayaran 6 Pemain Drama Korea Termahal untuk Satu Episode

Meski telah meminta maaf, tapi hujatan terhadap tim produksi dan SBS masih belum berhenti.


(ita)
Share: