Nikmati Musik dengan Moshing: Penyebab, Jenis, dan Kasus Tragis yang Pernah Terjadi

Nikmati Musik dengan Moshing: Penyebab, Jenis, dan Kasus Tragis yang Pernah Terjadi
Aksi moshing kerap dilakukan saat konser atau pertunjukan musik keras, seperti rock, hardcore, dan metal. Foto/via Flickr
JAKARTA - Pernahkah kamu melihat orang yang tubuhnya diangkat-angkat saat konser musik hardcore? Atau pernahkah kamu melihat konser ricuh karena terjadi dorong-dorongan antarpenonton?

Kalau kamu pernah merasakan fenomena di atas, maka yang kamu lihat adalah penonton tersebut sedang melakukan moshing. Moshing atau mosh pit adalah gerakan menari dengan mendorong atau membentur-benturkan tubuh satu sama lain dengan tujuan pengekspresian diri terhadap musik.

Moshing biasanya dilakukan saat konser-konser dengan musik hardcore. Riuhnya penonton yang melakukan moshing ternyata menjadi daya tarik sendiri dari konser musik tersebut.

Penonton yang melakukan moshing biasanya berada di depan panggung, dekat dengan idola mereka. Mereka bahkan sering berinteraksi dengan idola saat melakukan moshing.



SEJARAH MOSHING

Nikmati Musik dengan Moshing: Penyebab, Jenis, dan Kasus Tragis yang Pernah Terjadi

Foto: NBC News

Moshing bermula di Los Angeles sekitar tahun 1975--1980 oleh punk yang melakukan tarian pogo. Pada saat itu, para punk menari dan melompat-lompat di konser. Seiring berjalannya waktu, tarian pogo berkembang menjadi hardcore slam dengan gerakan yang lebih intens hingga menghasilkan berbagai jenis dan gaya mosh pit.



Pada tahun 1980-an, gerakan mosh pit berkembang karena mulai muncul genre musik baru, yaitu thrash metal. Melansir dari Variety Store TV, tarian moshing terlihat di New York saat Black Flag tampil pada Sabtu 14 Maret 1981. Selain Black Flag, terdapat Fear The Band yang juga memulai debut TV pada tahun yang sama dalam program "Saturday Night Live".
halaman ke-1
Share: