Penggemar K-pop Minta E-Commerce Terbesar Indonesia Pakai 100% Energi Terbarukan pada 2030

Penggemar K-pop Minta E-Commerce Terbesar Indonesia Pakai 100% Energi Terbarukan pada 2030
Fandom BLACKPINK yang disebut Blink termasuk yang mendorong perusahaan-perusahaan mengurangi emisi karbonnya. Foto/Billboard
JAKARTA - Platform penggemar K-pop Kpop4planet yang mendorong aksi iklim, hari ini meluncurkan kampanye media sosial yang meminta perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia, untuk menggunakan 100% energi terbarukan pada 2030.

Kampanye bertajuk “Tokopedia 4 Bumi” ("Tokopedia untuk Bumi") mendorong aksi nyata perusahaan tersebut untuk mengambil tindakan membantu membatasi pemanasan global. Kampanye ini didukung penuh oleh ARMY dan BLINK - fandom dari BTS dan BLACKPINK . Para penggemar memilih Tokopedia karena dua grup K-pop paling populer di dunia itu menjadi brand ambassador Tokopedia pada awal tahun ini.

Seruan Kpop4Planet tersebut dimulai hari ini (21/4) melalui petisi di tokopedia4bumi.kpop4planet.com . Penggemar bisa langsung menyampaikan permintaan mereka ke surel CEO Tokopedia, William Tanuwijaya.

Melalui petisi, Kpop4planet meminta Tokopedia melakukan tiga langkah. Pertama, menjadi contoh sebagai perusahaan e-commerce terkemuka di Indonesia dan berjanji untuk mendapatkan listrik dari 100% energi terbarukan (seperti energi surya dan angin) pada tahun 2030.



Penggemar K-pop Minta E-Commerce Terbesar Indonesia Pakai 100% Energi Terbarukan pada 2030

Foto: tokopedia4bumi.kpop4planet.com

Kedua, mengungkap jejak karbon yang dihasilkan untuk operasional perusahaan kepada publik. Ketiga, menetapkan rencana dekarbonisasi jangka panjang sesuai dengan standar internasional seperti Perjanjian Paris.

Makin Berkembang, Jejak Emisi Karbon Makin Tinggi



Tokopedia memulai operasinya pada 2009, dan kini punya lebih dari 90 juta pengguna aktif bulanan. Jumlah pengguna naik secara cepat sejak BTS dan BLACKPINK menandatangani kerja sama dengan Tokopedia. Selanjutnya, Tokopedia santer akan go public melalui merger dengan Gojek dengan nilai pasar gabungan mencapai USD35 miliar hingga USD40 miliar.

Baca Juga: 5 Pesan BTS untuk Para Perempuan Muda di Seluruh Dunia

Diperkirakan, jejak emisi karbon Tokopedia telah meningkat secara signifikan seiring dengan pertumbuhannya yang pesat dalam lima tahun terakhir. Untuk mendukung operasinya, Tokopedia menyewa pusat data di seluruh negeri.

Nah, konsumsi listrik untuk pusat data tersebut menghasilkan emisi karbon yang sangat tinggi. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019, energi di Indonesia masih didominasi energi fosil yang bauran energinya terdiri dari 65.5% batu bara, 19.3% gas, 3,5% minyak, dan 11,7% EBT (energi baru terbarukan).

Namun data konsumsi negeri dan jejak karbon tidak pernah diungkap. Karenanya, para penggemar K-pop kini menyuarakan keprihatinan mereka tentang dampak lingkungan perusahaan.

Penggemar K-pop Minta E-Commerce Terbesar Indonesia Pakai 100% Energi Terbarukan pada 2030

Foto: Twitter@flowercrownvk

“Tokopedia berhasil mengembangkan bisnisnya dengan menggandeng bintang K-pop. Oleh karena itu, kami berharap ini juga akan bertindak seperti idola kami dan memengaruhi perubahan positif di dunia dengan menggunakan energi terbarukan,” kata Nurul Sarifah dari Kpop4Planet.

Di berbagai dunia, rencana dekarbonisasi sudah dijanjikan oleh perusahaan teknologi global seperti Amazon, Google, Netflix, dan Apple, serta rekan Tokopedia dan perusahaan merger potensial yaitu Gojek. Netflix dan Amazon, misalnya, berjanji mencapai target nol emisi masing-masing pada 2022 dan 2040. Sementara platform Naver yang menjalankan V Live berjanji untukmenjadi "2040 Carbon Negative".

Tentang Pusat Data

Indonesia tercatat memiliki tingkat penggunaan e-commerce tertinggi di dunia, dengan 80%-90% dari 158 juta pengguna internet berbelanja di Tokopedia. Hal ini yang juga menjadi alasan para penggemar K-pop merasa bahwa Tokopedia harus memimpin dengan memberi contoh dan membuat perubahan positif untuk bisa mendapatkan listrik dari sumber terbarukan.

Langkah itu tentunya akan berdampak besar pada arah masa depan Indonesia dan perjuangan untuk keadilan iklim secara global.

Perusahaan teknologi seperti Tokopedia menghabiskan banyak energi untuk menjalankan pusat data mereka. Sebuah pusat data adalah tempat sejumlah peladen (server) komputer berjejaring ditempatkan. Peladen ini menawarkan penyimpanan jarak jauh, pemrosesan, atau distribusi data dalam jumlah besar.

Penggemar K-pop Minta E-Commerce Terbesar Indonesia Pakai 100% Energi Terbarukan pada 2030

Foto: Kpop4planet

Faktanya, beberapa statistik menunjukkan bahwa pusat data di seluruh dunia menggunakan lebih dari 2% listrik dunia dan menghasilkan jumlah emisi karbon yang sama dengan industri maskapai penerbangan global.

Sementara itu, pasar pusat data Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada tingkat rata-rata per tahun (CAGR) sebesar 11% selama periode 2019-2025, seiring dengan meningkatnya permintaan layanan daring dari masyarakat.

Baca Juga: Dari Perbudakan hingga Jaring Pembunuh, Ini Fakta Mengerikan Industri Perikanan dalam Film 'Seaspiracy'

“Karena daya yang dikonsumsi oleh pusat data terus meningkat di Indonesia, kita dapat mempercepat transisi energi jika perusahaan teknologi lokal berjanji untuk memperluas penggunaan energi terbarukan mereka,” ujar Nurul.

“Kami ingin saat-saat menonton, mendengarkan, dan mendukung idola favorit kami terasa menyenangkan, tanpa mengkhawatirkan kesehatan planet kami. Jadi kami akan terus meminta perubahan positif kepada perusahaan yang berkolaborasi dengan para bintang K-pop,” ucapnya.



(ita)
Share: