Semua Hal tentang Vaksinasi COVID-19 yang Perlu Kamu Tahu

Semua Hal tentang Vaksinasi COVID-19 yang Perlu Kamu Tahu
Program vaksinasi mulai dilakukan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia demi mengentaskan pandemi COVID-19. Foto/University of Maryland School of Medicine, AP
JAKARTA - Pada Rabu (13/1), Presiden Joko Widodo sudah disuntik vaksin COVID-19. Penyuntikan vaksin kepada Presiden Joko Widodo ini menandakan dimulainya proses vaksinasi di Indonesia.

Nah, sekarang, seberapa banyak kamu tahu soal proses vaksinasi ini? Sebelum nantinya divaksinasi, ini enam hal yang perlu kamu ketahui.

1. APA YANG DIMAKSUD DENGAN EFIKASI VAKSIN DAN MENGAPA NILAINYA BISA BEDA-BEDA?

Melansir dari dokumen “Overview of Vaccine Efficacy and Vaccine Effectiveness” yang dipublikasikan oleh Canadian Center of Vaccinology, efikasi atau kemanjuran vaksin didefinisikan sebagai presentase penurunan kemungkinan terjangkit suatu penyakit dalam sebuah kelompok yang divaksinasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi dalam kondisi lingkungan yang ideal atau terkontrol.



Menurut Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, Ketua Program Studi S3 Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi UGM, besaran efikasi ini dapat berbeda-beda bergantung pada karakteristik subjek uji.

Pada saat uji vaksin, tidak semua peserta yang diuji akan mendapatkan vaksin. Beberapa akan mendapatkan placebo, yaitu obat kosong yang tidak mengandung vaksin. Misalnya saja, pada uji vaksin Sinovac yang dilakukan di Bandung, dari 1.600 peserta, ada 800 orang yang mendapatkan vaksin dan 800 orang lainnya yang mendapatkan placebo.

Dari kelompok tersebut, diketahui 26 orang yang mendapatkan vaksin terinfeksi virus, sedangkan dari kelompok yang tidak mendapatkan vaksin ada 75 orang yang terinfeksi virus. Dengan begitu, maka efikasi dari vaksin dapat dihitung dengan cara seperti dalam foto berikut:



Semua Hal tentang Vaksinasi COVID-19 yang Perlu Kamu Tahu

Foto: Iffah

Dengan rumusan tersebut, jika subjek ujinya adalah kelompok risiko tinggi, maka kemungkinan kelompok yang diberikan placebo akan lebih banyak yang terpapar virus sehingga perhitungan efikasinya menjadi meningkat. Sedangkan jika subjek ujinya berisiko rendah dan taat dengan protokol kesehatan (prokes), maka sangat boleh jadi pada kelompok placebo-pun tidak banyak yang terinfeksi.

Hal ini menyebabkan perbandingan kejadian infeksi antara kelompok placebo dengan kelompok vaksin menjadi lebih rendah yang akhirnya menghasilkan angka efikasi vaksin yang juga lebih rendah.

2. APA SAJA MEREK VAKSIN YANG SUDAH DIBELI PEMERINTAH INDONESIA?

Dari konferensi pers yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan pada 29 Desember 2020, Indonesia sudah memesan 329.504.000 vaksin pasti dan 334 juta vaksin opsi. Vaksin opsi adalah jumlah vaksin yang sudah dipesan, tapi pemesanannya bisa dibatalkan.

Vaksin yang dipesan tersebut terdiri dari 125.504.000 vaksin pasti dan 100 juta vaksin opsi Sinovac. Ditambah 50 juta vaksin pasti dan 80 juta vaksin opsi Novavax. Lalu 50 juta vaksin pasti dan 50 juta vaksin opsi COVAX/GAVI.
halaman ke-1 dari 3
Share: